330.000 Anak Dilecehkan Oknum Pastor Gereja Katolik Prancis sejak 1950-an

Selasa, 05 Oktober 2021 - 19:49 WIB
loading...
330.000 Anak Dilecehkan...
Misa digelar di Gereja Saint-Sulpice, Paris, Prancis, pada 29 November 2020. Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Penyelidikan independen mengungkap "selubung keheningan" memungkinkan para oknum pastor di dalam Gereja Katolik Prancis melecehkan ribuan korban selama beberapa dekade.

Laporan setebal 2.500 halaman itu dirilis penyelidikan independen atas tuduhan pelecehan dan penyembunyian di dalam Gereja Katolik Prancis.

“Gereja Katolik Prancis telah menunjukkan ketidakpedulian yang mendalam dan bahkan kejam terhadap para korban hingga tahun 2000-an,” ungkap Jean-Marc Sauve, presiden komisi yang memeriksa tuduhan tersebut, dilansir RT.com pada Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Data 1,5 Miliar Pengguna Facebook Ditawarkan Dijual di Web Gelap

Dia mengutuk hierarki dan disfungsi gereja karena gagal menghentikan pelecehan pada anak tersebut.

Baca juga: Bank of America, Southwest Airlines, Zoom, dan Snapchat Ikut Down: Siapa Perusaknya?

Selama 70 tahun terakhir, penyelidikan menetapkan sekitar 216.000 anak-anak menjadi korban pelecehan, dengan jumlah yang berpotensi tumbuh menjadi 330.000 anak ketika termasuk anggota awam di gereja.

Baca juga: Suriah Kini Bisa Mengakses Data Interpol, Para Pengkritik Rezim Khawatir

Dari total 115.000 pastor selama waktu itu, bukti menunjukkan 2.900 hingga 3.200 pastor dituduh melakukan pelecehan.

Sauve menyalahkan "selubung keheningan" di dalam Gereja Katolik Prancis, membuat para korban "tidak dipercaya, tidak didengar," dan membiarkan pelecehan "sistemik" berkembang biak selama beberapa dekade tanpa ditentang.

“Itu menghancurkan, karena rasio antara 216.000 dan 3.000 pastor, itu adalah satu penyerang untuk 70 korban. Itu menakutkan bagi masyarakat Prancis, bagi Gereja Katolik,” ungkap Olivier Savignac, kepala asosiasi korban 'Parler et Revivre' yang berarti 'Bicaralah dan Hidupkan Kembali', sebelum laporan tersebut dirilis.

Komisi telah menghabiskan dua setengah tahun untuk memeriksa bukti, berbicara kepada para korban dan saksi, serta menyelidiki arsip dari gereja, pengadilan, polisi, dan pers, sejak tahun 1950-an.

Saluran telepon yang dibuat untuk menerima panggilan dari para calon korban atau mereka yang mengenal seseorang yang telah dilecehkan menerima sekitar 6.500 panggilan telepon.

Penyelidikan telah menyerahkan 22 tuduhan kejahatan kepada jaksa untuk dipertimbangkan jika tuntutan dapat diajukan terhadap tersangka pelaku.

Lebih dari 40 kasus yang dianggap kriminal tidak bisa diadili, karena sudah terlalu tua, padahal tersangka penyerangnya masih hidup.

Kasus-kasus itu akan diberikan kepada para pejabat gereja untuk ditangani di kalangan pastor.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Hasil Drawing Grup Piala...
Hasil Drawing Grup Piala Dunia 2026: Brasil dan Prancis Dihadang Kuda Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved