ICC Respons Keraguan Israel atas Ketidakberpihakan Hakim

Jum'at, 22 November 2024 - 20:30 WIB
loading...
ICC Respons Keraguan...
Hakim ICC Beti Hohler. Foto/icc
A A A
DEN HAAG - Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menolak tuduhan Israel terhadap ketidakberpihakan Hakim Beti Hohler, yang baru-baru ini ditunjuk untuk sidang praperadilan yang meninjau surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu (20/11/2024), ICC mengklarifikasi Hohler tidak terlibat dalam penyelidikan yang terkait dengan Palestina selama masa jabatannya di Kantor Kejaksaan ICC.

Hohler menyatakan, "Saya tidak berpartisipasi secara langsung atau tidak langsung dalam penyelidikan apa pun yang terkait dengan Palestina dan belum mengakses dokumen, bukti, atau berkas rahasia apa pun yang terkait dengan masalah tersebut."

Dia menekankan hakim yang diduga bersikap tidak memihak harus mengundurkan diri dan mengundang jaksa Israel untuk memberikan bukti yang mendukung klaim mereka.

Klarifikasi ini muncul beberapa jam sebelum ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan Gallant atas kejahatan perang di Gaza.

Pada tanggal 20 Mei, Jaksa ICC Karim Khan meminta surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan Gallant, meminta mereka bertanggung jawab atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang diduga dilakukan militer Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Baca juga: Sekjen PBB Dukung Surat Perintah Penangkapan ICC untuk Netanyahu dan Gallant
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Ferrari Dicemooh, BMW...
Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!
AHRT Raih 2 Podium pada...
AHRT Raih 2 Podium pada Race 1 ARRC Jepang, Irfan dan Herjun Tembus Tiga Besar
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved