Paksa Lakukan Vaksinasi, Biden Dicap Diktator

Jum'at, 10 September 2021 - 16:55 WIB
loading...
Paksa Lakukan Vaksinasi,...
Presiden AS Joe Biden dicap diktator setelah menelurkan aturan baru yang memaksa pekerja divaksinasi. Foto/New Zealand Herald
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dicap sebagai diktator dan popularitasnya menurun setelah mengumumkan aturan baru terkait vaksinasi yang "mengerikan" di Amerika.

Presiden AS Joe Biden mengumumkan aturan vaksinasi baru yang ketat dan akan mempengaruhi puluhan juta pekerja. Rencana yang tertuang dalam enam poin itu menargetkan perusahaan dengan lebih dari 100 karyawan, dalam langkah paling agresif yang diambil sejauh ini oleh otoritas AS terhadap kasus varian Delta yang melonjak.

"Minoritas orang Amerika yang berbeda didukung oleh minoritas pejabat berbeda yang terpilih membuat kita tidak bisa melewati periode sulit yang mulai meningkat," kata Biden.

"Mereka yang tidak divaksinasi telah membuat rumah sakit padat, membanjiri ruang gawat darurat dan unit perawatan intensif, tidak meninggalkan ruang bagi seseorang dengan serangan jantung atau pankreatitis atau kanker,” tambahnya seperti dikutip dari News.com.au, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Hampir 70% Warga AS yang Belum Vaksin Pilih Keluar Kerja daripada Divaksin

Tindakan dari rencana ini adalah mewajibkan perusahaan swasta dengan lebih dari 100 pekerja untuk memastikan mereka divaksinasi atau diuji setiap minggu. Tindakan ini akan berdampak pada sekitar 80 juta orang.

Rencana tersebut juga mengamanatkan vaksinasi untuk semua pegawai federal dan kontraktor. Saat ini, pegawai pemerintah perlu memiliki vaksin atau mengikuti tes rutin, sedangkan aturan baru akan memberlakukan vaksinasi total secara virtual.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Corong Iran Tantang...
Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Menteri Singapura Mendadak...
Menteri Singapura Mendadak Mundur usai Kontroversi Pesan Pribadi dengan Seorang Perempuan
Rekomendasi
Astra Gelar RUPSLB,...
Astra Gelar RUPSLB, Kantongi Restu Buyback Rp8 Triliun dan Program Saham Manajemen
Hindari Risiko Kerusakan...
Hindari Risiko Kerusakan Barang, Ini 7 Tips Packing dari J&T Cargo
IHSG Lanjutkan Penguatan,...
IHSG Lanjutkan Penguatan, Sore Ini Ditutup Reli ke Level 6.231
Berita Terkini
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Infografis
Israel Paksa Tim Medis...
Israel Paksa Tim Medis Indonesia Keluar dari RS Kamal Adwan Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved