Terungkap, AS Danai Penelitian Virus Corona di Wuhan

Rabu, 08 September 2021 - 06:35 WIB
loading...
Terungkap, AS Danai...
Sebuah dokumen mengungkap AS mendanai penelitian virus Corona di Wuhan, China. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Sebuah dokumen yang diperoleh The Intercept mengungkapkan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) mendanai studi tentang virus Corona pada kelelawar di Wuhan jauh sebelum pandemi. Proposal itu menunjukkan bahwa pihak AS menyadari risiko para peneliti akan terinfeksi.

Lebih dari 900 halaman materi yang terkait dengan penelitian ini diterbitkan di situs web perusahaan media nirlaba pada hari Selasa. Dokumen-dokumen tersebut diperoleh sebagai bagian dari litigasi Undang-Undang Kebebasan Informasi yang sedang berlangsung oleh The Intercept terhadap National Institutes of Health.

Dokumen-dokumen tersebut merinci pekerjaan EcoHealth Alliance, sebuah organisasi berbasis di AS yang berspesialisasi dalam perlindungan terhadap penyakit menular, dan pekerjaannya dengan mitra China pada virus Corona, khususnya yang berasal dari kelelawar.

Makalah tersebut merinci bahwa EcoHealth Alliance diberikan total USD3,1 juta oleh pemerintah AS, dengan USD599.000 di antaranya masuk ke Institut Virologi Wuhan. Dana yang diterima di Wuhan sebagian digunakan untuk mengidentifikasi dan secara genetik mengubah virus Corona kelelawar yang mungkin menginfeksi manusia.

Presiden EcoHealth Alliance Peter Daszak memimpin salah satu penelitian, berjudul 'Memahami Risiko Munculnya Virus Corona Kelelawar', yang menyaring ribuan kelelawar untuk virus Corona baru. Penelitian ini juga melibatkan penyaringan orang-orang yang bekerja dengan hewan hidup.

Baca juga: Tularkan Virus Corona, Pria Vietnam Dipenjara Lima Tahun
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Perang Iran Makin Panas,...
Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
2 Tentaranya Tewas,...
2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Wabah Ebola RD Kongo...
Wabah Ebola RD Kongo Tembus 2.000 Kasus, Tewaskan 754 Korban
Brutal! Serangan Iran...
Brutal! Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Personel Hilang
Rekomendasi
Ditolak Masuk AS, Pahlawan...
Ditolak Masuk AS, Pahlawan Spanyol di Piala Dunia 2010 Minta Bantuan Donald Trump
3 Orang Tewas dan 20...
3 Orang Tewas dan 20 Rumah Ludes Terbakar Akibat Bentrok Warga di Pulau Adonara NTT
Pakar: Penempatan Dana...
Pakar: Penempatan Dana SAL Sesuai UU APBN 2026, Kebijakan Purbaya Dinilai Tepat
Berita Terkini
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved