Keluarga Tentara AS yang Tewas di Kabul Marahi Biden: 'Semoga Anda Terbakar di Neraka!'

Rabu, 01 September 2021 - 14:35 WIB
loading...
A A A
Biden tidak berbicara kepada kelompok keluarga itu secara kolektif dengan komentar yang sudah disiapkan, melainkan berkeliling ruangan untuk momen yang lebih pribadi dengan masing-masing keluarga. Dan reaksinya sangat bervariasi; beberapa keluarga memilih untuk tidak bertemu dengan Biden sama sekali, sementara yang lain menerima pelukan darinya.

Biden selama bertahun-tahun telah mengangkat kisah hidupnya dan bagaimana kisah itu dibentuk oleh tragedi. Istri dan putrinya yang masih kecil meninggal dalam kecelakaan mobil pada tahun 1972. Dia menderita aneurisma otak pada tahun 1988 yang begitu signifikan sehingga seorang imam datang untuk membacakan ritus terakhirnya.

Beau Biden meninggal karena kanker otak pada tahun 2015. Biden sering berbicara tentang pelayanan Beau Biden di Garda Nasional Delaware—dan penempatannya ke Irak—sebagai cara untuk menyampaikan empatinya dengan kekhawatiran yang dihadapi keluarga militer.

Namun pengalaman hidupnya, yang begitu sering menyediakan jaringan ikat untuk membantunya menjangkau mereka yang tenggelam dalam kesedihan, terkadang tampak gagal pada kesempatan ini.

Untuk pertama kalinya, Biden bertemu dengan kerabat yang beberapa di antaranya menganggapnya bertanggung jawab atas kematian orang yang mereka cintai.

Mereka tidak serta merta memandang penderitaan Biden secara langsung relevan dengan penderitaan mereka.

“Ketika dia terus berbicara tentang putranya,—minat saya hilang dalam hal itu. Saya lebih fokus pada putra saya sendiri daripada apa yang terjadi dengan dia dan putranya,” kata Schmitz.

"Saya tidak mencoba menghina presiden, tetapi sepertinya tidak pantas menghabiskan banyak waktu untuk putranya sendiri."

“Saya pikir itu semua yang dia coba katakan bahwa dia memahami kesedihan,” tambah Schmitz. “Tetapi ketika Anda adalah orang yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi, Anda merasa seperti orang itu harus memilikinya sedikit lebih banyak. Anak kami sekarang sudah pergi. Karena keputusan langsung atau rencana permainan—atau ketiadaan—yang dia buat.”

Schmitz tidak bereaksi dengan kasar, tetapi dia mengatakan bahwa dia jauh lebih terhibur dengan kata-kata para pemimpin militer yang datang kepadanya pada hari Minggu untuk menyampaikan belasungkawa mereka daripada oleh apa pun yang dikatakan Biden.

Ketika keluarga yang berduka meninggalkan gedung setelah pertemuan mereka dengan Biden, dengan sungguh-sungguh menyaksikan tubuh orang yang mereka cintai turun dari pesawat C-17, emosinya masih mentah.

Schmitz mengatakan dia menjadi gelisah setiap kali dia melihat Biden memeriksa arlojinya. Dan pada akhirnya, ada ledakan emosi lagi.

Ketika keluarga mulai naik kembali ke bus mereka, seorang wanita menjadi emosional dan mulai berteriak ke arah Biden melintasi landasan.

"Dia berkata, 'Saya harap Anda terbakar di neraka! Itu saudara saya!’ ” kata Schmitz menirukan ucapan wanita tersebut.

"Saya tidak bisa menyalahkan dia untuk itu," imbuh Schmitz. “Kita semua kehilangan seseorang.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Rekomendasi
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Profil Humaira Asghar...
Profil Humaira Asghar Ali, Artis Pakistan yang Tewas di Apartemen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved