Taliban Mengamuk, AS Kerahkan 3.000 Tentara untuk Evakuasi Staf Kedutaan

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 07:58 WIB
loading...
Taliban Mengamuk, AS...
Para milisi bersenjata kelompok Taliban menduduki Ghazni, Afghanistan. Foto/REUTERS/Mustafa Andalib
A A A
WASHINGTON - Pentagon mengerahkan 3.000 tentara tambahan Amerika Serikat (AS) ke Afghanistan untuk membantu mengevakuasi para staf kedutaannya di Kabul. Evakuasi dilakukan setelah serangan Taliban semakin menjadi-jadi di negara itu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan kedutaan akan tetap buka meskipun ada evakuasi yang direncanakan.

Baca juga: Taliban Geledah Pintu ke Pintu Cari Wanita Aghanistan untuk Budak Seks

“Kami semakin mengurangi jejak sipil kami di Kabul mengingat situasi keamanan yang berkembang,” kata Price kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Jumat (13/8/2021).

“Kami berharap untuk menarik kehadiran diplomatik inti di Afghanistan dalam beberapa minggu mendatang. Untuk memfasilitasi pengurangan ini, Departemen Pertahanan telah dapat mengerahkan personel tambahan untuk sementara ke Bandara Internasional Hamid Karzai.”

Juru bicara Pentagon John Kirby kemudian mengonfirmasi bahwa AS mengirim 3.000 tentara untuk membantu evakuasi personel kedutaan serta pemohon visa imigran khusus (SIV) Afghanistan AS.

Dia menekankan, bagaimanapun, bahwa pasukan Amerika tidak akan tinggal di Afghanistan untuk waktu yang lama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Presiden Bangladesh...
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Rekomendasi
Almarhum Juru Bicara...
Almarhum Juru Bicara IKN Troy Harold Yohanes Pantouw Dibawa ke Jakarta Besok
345 Karateka Ambil Bagian...
345 Karateka Ambil Bagian di Kejuaraan Porkot Jakarta Pusat 2026, Ajang Seleksi Bibit Atlet Porprov
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Berita Terkini
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved