Vietnam Lockdown Ibu Kota karena Kasus COVID-19 Melonjak

loading...
Vietnam Lockdown Ibu Kota karena Kasus COVID-19 Melonjak
Seorang pria di area yang dilockdown menerima makanan melalui barikade selama pandemi COVID-19 di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, 20 Juli 2021. Foto/REUTERS/Stringer
HANOI - Pemerintah Vietnam memberlakukan lockdown atau penguncian selama 15 hari di ibu kota, Hanoi. Langkah ini sebagai upaya untuk mengatasi lonjakan kasus infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Perintah penguncian, yang dikeluarkan pada Jumat malam, melarang pertemuan lebih dari dua orang di depan umum. Hanya kantor pemerintah, rumah sakit, dan bisnis penting yang diizinkan tetap buka.

Baca juga: Kisah Tragis Sohail Pardis, Penerjemah untuk Militer AS yang Dipenggal Taliban

Pusat kota yang biasanya ramai berpenduduk delapan juta orang itu kosong dan toko-toko tutup ketika penguncian mulai berlaku pada hari Sabtu (24/7/2021), meskipun orang-orang masih terlihat di jalan-jalan di pinggiran ibu kota.



"Saya pikir orang-orang di Hanoi seperti saya sendiri setuju dengan keputusan tiba-tiba kota untuk mengunci kota," kata penduduk lokal, Nguyen Van Chien, seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

“Kita harus mengambil risiko ekonomi untuk melawan pandemi ini,” ujarnya.

Awal pekan ini, pihak berwenang telah menangguhkan semua kegiatan di luar ruangan di Hanoi dan memerintahkan bisnis yang tidak penting untuk ditutup menyusul peningkatan kasus infeksi COVID-19.

Pada hari Jumat, Hanoi melaporkan 70 infeksi yang dikonfirmasi, tertinggi di kota itu, bagian dari rekor 7.295 kasus di negara itu dalam 24 jam terakhir.

Hampir 5.000 kasus di antaranya berasal dari kota metropolitan terbesar di Vietnam, Kota Ho Chi Minh selatan, yang juga telah memperpanjang pengunciannya hingga 1 Agustus.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top