Varian COVID-19 Baru Diprediksi Muncul pada Musim Dingin Tahun Ini

Jum'at, 23 Juli 2021 - 22:01 WIB
loading...
Varian COVID-19 Baru...
Petugas memberikan suntikan vaksin pada warga Prancis. Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Penasihat utama pemerintah Prancis untuk COVID-19 memperingatkan varian baru penyakit ini "mungkin" akan muncul pada bulan-bulan musim dingin tahun ini.

Prancis saat ini sedang berjuang melawan lonjakan kasus baru yang belum pernah terjadi sebelumnya yang disebabkan varian Delta yang lebih menular. Varian Delta pertama kali tercatat di India.

“Kita mungkin akan memiliki varian lain yang tiba selama musim dingin,” ujar Jean-Francois Delfraissy, kepala dewan ilmiah pemerintah Prancis, pada saluran berita BFM.

Baca juga: Indonesia Disebut akan Beli Lebih Banyak Jet Latih KAI T-50 dari Korea Selatan

Dia mengaku tidak dapat memprediksi konsekuensinya, atau apakah itu akan lebih berbahaya. Dia menambahkan, COVID-19 memiliki kapasitas yang "relatif terbatas" untuk bermutasi.

Baca juga: Taliban Bantai Lebih dari 100 Warga Afghanistan di Perbatasan Pakistan

Spesialis penyakit menular mendesak warga Prancis kembali menerapkan jarak sosial dan mengenakan masker, dan mengatakan "kembali normal" mungkin pada 2022 atau 2023.

Baca juga: Serangan Taliban Menggila, Tajikistan Siap Tampung 100.000 Pengungsi Afghanistan

“Tantangan besar untuk beberapa tahun ke depan adalah bagaimana kita akan hidup berdampingan, dengan dua dunia yakni negara yang divaksinasi dan yang tidak,” ujar dia.

Strategi pemerintah untuk menahan gelombang keempat COVID saat ini didasarkan pada pengenalan sistem "pass kesehatan" yang mengharuskan orang untuk menunjukkan bukti vaksinasi atau tes negatif ketika memasuki tempat-tempat umum.

Sejak Rabu, bioskop, museum, kolam renang, dan tempat olahraga telah diminta meminta pass kesehatan mereka kepada pelanggan.

Langkah ini menyebabkan kritik dari beberapa pihak yang menganggapnya membatasi kebebasan orang yang tidak divaksinasi.

Majelis rendah parlemen menyetujui rancangan undang-undang pada Jumat pagi yang akan memperluas sistem itu ke kafe dan restoran mulai bulan depan, dan membuat vaksinasi wajib bagi pekerja kesehatan dan petugas perawatan sosial mulai September.

Undang-undang itu sekarang akan dibahas selama sesi darurat oleh senat majelis tinggi, dengan pemerintah berharap persetujuan pada akhir pekan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Prancis Cegat Kapal...
Prancis Cegat Kapal Tanker Rusia, Eropa Memanas!
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Punah 87 Tahun Lalu,...
Punah 87 Tahun Lalu, Spesies Tikus Ini Tiba-tiba Muncul
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved