Serangan Taliban Menggila, Tajikistan Siap Tampung 100.000 Pengungsi Afghanistan
Jum'at, 23 Juli 2021 - 16:17 WIB
loading...
Tentara berbaris saat parade militer di Dushanbe, Tajikistan pada 22 Juli 2021. Foto/REUTERS
A
A
A
DUSHANBE - Tajikistan sedang bersiap menerima hingga 100.000 pengungsi dari negara tetangga Afghanistan . Saat ini serangan Taliban melawan pasukan Afghanistan makin menggila saat pasukan pimpinan Amerika Serikat mundur.
Gerilyawan Taliban menguasai lebih banyak wilayah di Afghanistan seiring perginya pasukan asing di negara itu.
Menurut perkiraan Pentagon, sekarang wilayah yang dikontrol Taliban meluas ke lebih dari setengah distrik tengah Afghanistan.
Baca juga: Serangan Kian Hebat, Taliban Klaim Kuasai 90% Perbatasan Afghanistan
Wakil Kepala Komite Darurat Tajikistan Imomali Ibrohimzoda mengatakan bekas republik Soviet itu telah membangun dua gudang besar untuk menyimpan persediaan kebutuhan bagi para pengungsi di provinsi Khatlon dan Gorno-Badakhshan yang berdekatan dengan perbatasan Afghanistan.
Baca juga: Palang Merah Sebut Afghanistan Masih Jadi Tempat Paling Mematikan di Dunia
Beberapa ratus warga sipil Afghanistan melarikan diri ke Tajikistan bulan ini tetapi pemerintah Dushanbe mengatakan mereka telah kembali ke Afghanistan.
Gerilyawan Taliban menguasai lebih banyak wilayah di Afghanistan seiring perginya pasukan asing di negara itu.
Menurut perkiraan Pentagon, sekarang wilayah yang dikontrol Taliban meluas ke lebih dari setengah distrik tengah Afghanistan.
Baca juga: Serangan Kian Hebat, Taliban Klaim Kuasai 90% Perbatasan Afghanistan
Wakil Kepala Komite Darurat Tajikistan Imomali Ibrohimzoda mengatakan bekas republik Soviet itu telah membangun dua gudang besar untuk menyimpan persediaan kebutuhan bagi para pengungsi di provinsi Khatlon dan Gorno-Badakhshan yang berdekatan dengan perbatasan Afghanistan.
Baca juga: Palang Merah Sebut Afghanistan Masih Jadi Tempat Paling Mematikan di Dunia
Beberapa ratus warga sipil Afghanistan melarikan diri ke Tajikistan bulan ini tetapi pemerintah Dushanbe mengatakan mereka telah kembali ke Afghanistan.
Lihat Juga :