Putri Mantan Dubes Pakistan Ditembak dan Dipenggal Gemparkan Publik
Jum'at, 23 Juli 2021 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Zahir, menurut dokumen FIR, memberi tahu Mukadam bahwa Noor tidak bersamanya.
Sekitar pukul 22.00 malam di hari yang sama, ayah korban menerima telepon dari kantor polisi Kohsar yang mengabarkan bahwa Noor telah dibunuh.
Polisi kemudian membawa ayah Zahir ke rumah Zahir, di Sektor F-7/4, di mana ia menemukan bahwa putrinya telah dibunuh secara brutal dengan senjata tajam dan dipenggal.
Mukadam, yang mengidentifikasi jasad putrinya, meminta hukuman maksimum berdasarkan hukum yang berlaku terhadap tersangka.
Pembunuhan mengerikan terhadap korban memicu perdebatan baru tentang keselamatan perempuan di ibu kota federal. Tanda pagar #JusticeForNoor menarik puluhan ribu tweet di Pakistan.
Dalam sebuah pernyataan, Forum Aksi Perempuan mengutuk pembunuhan biadab dan pemenggalan kepala Noor Mukadam. "Kami prihatin dengan meningkatnya insiden kekerasan terhadap perempuan baru-baru ini. Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga dan menyatakan solidaritas dan dukungan untuk mereka. Kami juga menuntut keadilan yang cepat," kata kelompok itu.
Sekitar pukul 22.00 malam di hari yang sama, ayah korban menerima telepon dari kantor polisi Kohsar yang mengabarkan bahwa Noor telah dibunuh.
Polisi kemudian membawa ayah Zahir ke rumah Zahir, di Sektor F-7/4, di mana ia menemukan bahwa putrinya telah dibunuh secara brutal dengan senjata tajam dan dipenggal.
Mukadam, yang mengidentifikasi jasad putrinya, meminta hukuman maksimum berdasarkan hukum yang berlaku terhadap tersangka.
Pembunuhan mengerikan terhadap korban memicu perdebatan baru tentang keselamatan perempuan di ibu kota federal. Tanda pagar #JusticeForNoor menarik puluhan ribu tweet di Pakistan.
Dalam sebuah pernyataan, Forum Aksi Perempuan mengutuk pembunuhan biadab dan pemenggalan kepala Noor Mukadam. "Kami prihatin dengan meningkatnya insiden kekerasan terhadap perempuan baru-baru ini. Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga dan menyatakan solidaritas dan dukungan untuk mereka. Kami juga menuntut keadilan yang cepat," kata kelompok itu.
(min)
Lihat Juga :