Desa Afrika Ini Memiliki Sekolah dari Printer 3D Pertama di Dunia

Minggu, 18 Juli 2021 - 09:51 WIB
loading...
A A A
"Jadi, dengan sekolah di desa kami, saya senang karena putri saya sekarang dapat menghadiri kelas setiap hari," imbuhnya.

Malawi perlu membangun lebih dari 40.000 ruang kelas lagi untuk memenuhi permintaan, menurut Classrooms for Malawi badan amal Inggris.

Meski begitu, Catherine Sani, presiden Malawi Institute of Architects yang baru-baru ini terpilih, memberikan pandangan lain. Ia mengatakan meskipun tampaknya adil dan masuk akal untuk mengatakan bahwa Malawi akan mendapat manfaat dari teknologi mengingat kurangnya infrastruktur kritis, transfer keterampilan dapat memberi orang-orang di sana pilihan karir baru.

Baca juga: Kenya Tangkap 'Vampir Haus Darah' Pembunuh Anak-anak

"Sulit untuk berkomentar apakah perusahaan Prancis telah mempertimbangkan transfer keterampilan lokal dan melakukan upaya apa pun untuk memulai transfer keterampilan," katanya kepada Zenger.

"Kecepatan produksi dengan metode ini menguntungkan, tetapi kecepatan tidak bisa dilihat dari biaya yang terkait dengan mesin cetak, transfer teknologi, dan memastikan desain yang baik," ia menambahkan.

Perrot mengatakan bahwa printer 3D masih merupakan teknologi yang relatif baru, dan 14Trees bertujuan untuk membuatnya 10 hingga 20 persen lebih terjangkau daripada metode pembangunan konvensional dalam 12-18 bulan ke depan.

“Kami harus mengimpor sekolah percontohan, tetapi tinta yang kami gunakan untuk mencetak dinding sekarang diproduksi di Malawi. Pembuatan tinta di lapangan akan secara dramatis mengurangi biaya bangunan bagi pembeli dan menciptakan lapangan kerja lokal di bidang manufaktur. Selain itu, kami sekarang memiliki tim pribumi-Malawi yang terlatih penuh untuk mengoperasikan printer. Kami yakin dapat membangun sekolah yang lebih unggul dan meningkatkan waktu konstruksi, kualitas, jejak lingkungan, dan keterjangkauan," ucap Perrot.

“Kami sekarang sedang mengerjakan proyek rumah cetak 3D di Kenya dan Zimbabwe, dengan rumah yang dibangun pada akhir tahun ini. Kami juga memiliki proyek sekolah yang akan kami bangun di Malawi dan Madagaskar, dan Ethiopia. Kami telah mengidentifikasi peluang untuk memberikan proyek sanitasi. Kami bangga bahwa Malawi telah menjadi negara pertama yang menunjukkan kemungkinan pencetakan 3D infrastruktur sosial. Kami akan memanfaatkan kompetensi yang dibangun oleh tim kami di Malawi untuk meluncurkan teknologi itu, mendukung ekspansi di seluruh kawasan," tukasnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Siapa Yoweri Museveni?...
Siapa Yoweri Museveni? Mantan Bintang Pop yang Sudah Berkuasa 40 Tahun di Uganda
Korea Selatan Tutup...
Korea Selatan Tutup 4.008 Sekolah karena Populasi Pelajar Menyusut
Israel Jadi Negara Pertama...
Israel Jadi Negara Pertama di Dunia yang Mengakui Somaliland
Bukan Pelajaran, Ini...
Bukan Pelajaran, Ini Tantangan Terbesar Pangeran George di Sekolah Baru
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Tegas! Wali Kota New...
Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani: Netanyahu Penjahat Perang!
Rekomendasi
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Berita Terkini
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved