4 Alasan Neokolonialisme Barat di Afrika Hancur, Salah Satunya Membeli Uranium dengan Harga Murah
Kamis, 27 Maret 2025 - 03:30 WIB
loading...
Neokolonialisme Barat di Afrika sudah hancur. Foto/X
A
A
A
MOSKOW - Neokolinialisme Barat di Afrika sudah hancur dengan makin berkurangnya kehadiran pasukan di benua tersebut. Pergeseran tersebut menyebabkan Rusia dan China makin bersinar di Afrika.
Ia mencontohkan Prancis, menuduh Paris mengimpor uranium dari bekas koloninya, Niger, dengan harga yang sangat rendah selama enam dekade.
Naryshkin menyampaikan pernyataan tersebut selama diskusi meja bundar tentang sejarah perjuangan melawan kolonialisme, yang diselenggarakan oleh Masyarakat Sejarah Rusia (RHS) di Moskow pada hari Selasa.
Baca Juga: Perang Houti Berkobar di Bulan Suci
“Namun, begitu kontingen militer Prancis ditarik dari negara ini tahun lalu, harga uranium dinaikkan oleh pemerintah baru ke harga pasar – lebih dari 200 kali lipat,” imbuh Naryshkin, yang juga merupakan ketua RHS.
4 Alasan Neokolonialisme Barat di Afrika Hancur, Salah Satunya Membeli Uranium dengan Harga Murah
1. Merusak Kemanusiaan
Barat terus "menyebabkan kerusakan pada kemanusiaan" melalui praktik neokolonial, termasuk menjarah sumber daya dari negara-negara Afrika. Itu diungkapkan Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) Sergey Naryshkin.Ia mencontohkan Prancis, menuduh Paris mengimpor uranium dari bekas koloninya, Niger, dengan harga yang sangat rendah selama enam dekade.
Naryshkin menyampaikan pernyataan tersebut selama diskusi meja bundar tentang sejarah perjuangan melawan kolonialisme, yang diselenggarakan oleh Masyarakat Sejarah Rusia (RHS) di Moskow pada hari Selasa.
Baca Juga: Perang Houti Berkobar di Bulan Suci
2. Membeli Uranium dengan Harga Murah
"Cukup mengingat, misalnya, bagaimana Prancis membeli uranium dari Niger selama 60 tahun dengan harga yang sangat rendah – 80 sen per kilogram," katanya.“Namun, begitu kontingen militer Prancis ditarik dari negara ini tahun lalu, harga uranium dinaikkan oleh pemerintah baru ke harga pasar – lebih dari 200 kali lipat,” imbuh Naryshkin, yang juga merupakan ketua RHS.
Lihat Juga :