Kenya Tangkap 'Vampir Haus Darah' Pembunuh Anak-anak
Kamis, 15 Juli 2021 - 21:43 WIB
loading...
Pria yang diketahui bernama Masten Milimo Wanjala ditangkap karena diduga telah melakukan pembunuhan mengerikan terhadap sedikitnya 10 anak. Foto/Ist
A
A
A
NAIROBI - Polisi Kenya menahan seorang pria yang digambarkan sebagai "vampir haus darah". Pria yang diketahui bernama Masten Milimo Wanjala ditangkap karena diduga telah melakukan pembunuhan mengerikan terhadap sedikitnya 10 anak.
Wanjala (20), awalnya ditangkapatas pembunuhan dua anak yang mayatnya ditemukan dibuang di kawasan hutan di dekat Nairobi. Namun, dalam pengakuan yang mengerikan, dia mengakui telah membunuh sekitar 10 remaja.
Penangkapan Wanjala dianggap sebagai terobosan besar dalam penyelidikan serentetan menghilangnya anak yang mengganggu di Kenya. Baca juga: Pria Kenya Dituduh Merencanakan Serangan Ala 11/9 di AS
"Wanjala seorang diri membantai korbannya dengan cara yang paling tidak berperasaan, kadang-kadang dengan menghisap darah dari pembuluh darah mereka sebelum mengeksekusi mereka," kata Direktorat Investigasi Kriminal (DCI), seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (15/7/2021).
"Pembunuhan, yang menargetkan anak berusia 12 dan 13 tahun, berlangsung selama lima tahun. Korbannya dibius dan dikuras darahnya, dan beberapa di antaranya dicekik," sambungnya.
Wanjala (20), awalnya ditangkapatas pembunuhan dua anak yang mayatnya ditemukan dibuang di kawasan hutan di dekat Nairobi. Namun, dalam pengakuan yang mengerikan, dia mengakui telah membunuh sekitar 10 remaja.
Penangkapan Wanjala dianggap sebagai terobosan besar dalam penyelidikan serentetan menghilangnya anak yang mengganggu di Kenya. Baca juga: Pria Kenya Dituduh Merencanakan Serangan Ala 11/9 di AS
"Wanjala seorang diri membantai korbannya dengan cara yang paling tidak berperasaan, kadang-kadang dengan menghisap darah dari pembuluh darah mereka sebelum mengeksekusi mereka," kata Direktorat Investigasi Kriminal (DCI), seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (15/7/2021).
"Pembunuhan, yang menargetkan anak berusia 12 dan 13 tahun, berlangsung selama lima tahun. Korbannya dibius dan dikuras darahnya, dan beberapa di antaranya dicekik," sambungnya.
Lihat Juga :