Kesal, Putin Tuding AS Coba Menahan Perkembangan Rusia
Sabtu, 05 Juni 2021 - 09:30 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/Yahoo Finance
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin , dengan nada keras, menuduh Washington berusaha untuk menahan perkembangan negaranya. Tudingan itu dilontarkan jelang pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden .
Berbicara di sebuah forum ekonomi di St. Petersburg, Putin mengatakan bahwa pengendalian senjata, konflik global, pandemi virus Corona, dan perubahan iklim adalah beberapa masalah yang akan dibahasnya dan Biden pada pertemuan puncak pada 16 Juni mendatang di Jenewa.
“Kita perlu menemukan cara untuk mencari penyelesaian dalam hubungan kita, yang sekarang berada pada tingkat yang sangat rendah,” kata Putin.
“Kami tidak memiliki masalah dengan AS,” lanjutnya.
Baca juga: Bertemu Putin, Biden Angkat Masalah Serangan Siber
“Tapi (negara) itu ada masalah dengan kami. Ia ingin menahan perkembangan kami dan membicarakannya secara terbuka. Pembatasan ekonomi dan upaya untuk mempengaruhi politik domestik negara kita, mengandalkan kekuatan yang mereka anggap sebagai sekutu mereka di dalam Rusia, berasal dari itu,” tuturnya seperti dikutip dari ABC News, Sabtu (5/6/2021).
Berbicara di sebuah forum ekonomi di St. Petersburg, Putin mengatakan bahwa pengendalian senjata, konflik global, pandemi virus Corona, dan perubahan iklim adalah beberapa masalah yang akan dibahasnya dan Biden pada pertemuan puncak pada 16 Juni mendatang di Jenewa.
“Kita perlu menemukan cara untuk mencari penyelesaian dalam hubungan kita, yang sekarang berada pada tingkat yang sangat rendah,” kata Putin.
“Kami tidak memiliki masalah dengan AS,” lanjutnya.
Baca juga: Bertemu Putin, Biden Angkat Masalah Serangan Siber
“Tapi (negara) itu ada masalah dengan kami. Ia ingin menahan perkembangan kami dan membicarakannya secara terbuka. Pembatasan ekonomi dan upaya untuk mempengaruhi politik domestik negara kita, mengandalkan kekuatan yang mereka anggap sebagai sekutu mereka di dalam Rusia, berasal dari itu,” tuturnya seperti dikutip dari ABC News, Sabtu (5/6/2021).
Lihat Juga :