G7 Sebut China sebagai Pengganggu dan Rusia Penjahat
Kamis, 06 Mei 2021 - 18:08 WIB
loading...
G7 melemparkan kecaman kepada China dan Rusia, menyebut Kremlin sebagai jahat, dan Beijing sebagai pengganggu. Foto/REUTERS
A
A
A
LONDON - G7 melemparkan kecaman kepada China dan Rusia , menyebut Kremlin sebagai jahat, dan Beijing sebagai pengganggu. Tetapi, di luar kata-kata, hanya ada beberapa langkah konkret selain mengungkapkan dukungan untuk Taiwan dan Ukraina.
Didirikan pada tahun 1975 sebagai forum bagi negara-negara terkaya di Barat untuk membahas krisis seperti embargo minyak OPEC, G7 minggu ini membahas apa yang mereka anggap sebagai ancaman terbesar saat ini, yakni China, Rusia, dan pandemi virus Corona.
Menteri Luar Negeri G7, dalam komunikenya, mengatakan Rusia berusaha merusak demokrasi dan mengancam Ukraina, sementara China bersalah atas pelanggaran HAM, dan menggunakan pengaruh ekonominya untuk menggertak orang lain.
Namun, ada sedikit tindakan konkret yang disebutkan dalam komunike tersebut yang akan terlalu mengkhawatirkan baik Presiden China, Xi Jinping maupun Presiden Rusia, Vladimir Putin. Baca juga: Taiwan dan Jepang Kerja Sama Lacak Kapal Perang China
G7, seperti dilansir Reuters pada Kamis (6/5/2021), mengatakan akan meningkatkan upaya kolektif untuk menghentikan "kebijakan ekonomi koersif" China dan untuk melawan disinformasi Rusia.
Didirikan pada tahun 1975 sebagai forum bagi negara-negara terkaya di Barat untuk membahas krisis seperti embargo minyak OPEC, G7 minggu ini membahas apa yang mereka anggap sebagai ancaman terbesar saat ini, yakni China, Rusia, dan pandemi virus Corona.
Menteri Luar Negeri G7, dalam komunikenya, mengatakan Rusia berusaha merusak demokrasi dan mengancam Ukraina, sementara China bersalah atas pelanggaran HAM, dan menggunakan pengaruh ekonominya untuk menggertak orang lain.
Namun, ada sedikit tindakan konkret yang disebutkan dalam komunike tersebut yang akan terlalu mengkhawatirkan baik Presiden China, Xi Jinping maupun Presiden Rusia, Vladimir Putin. Baca juga: Taiwan dan Jepang Kerja Sama Lacak Kapal Perang China
G7, seperti dilansir Reuters pada Kamis (6/5/2021), mengatakan akan meningkatkan upaya kolektif untuk menghentikan "kebijakan ekonomi koersif" China dan untuk melawan disinformasi Rusia.
Lihat Juga :