Turis Israel Diperkosa Beramai-ramai di India, Ternyata Pemicunya Urusan Sepele

Senin, 10 Maret 2025 - 21:07 WIB
loading...
Turis Israel Diperkosa...
Turis Israel diperkosa beramai-ramai di India. Foto/CNTravel
A A A
NEW DELHI - Ratusan turis asing telah meninggalkan situs warisan Unesco di India selatan dalam beberapa hari terakhir setelah dua wanita - seorang turis Israel dan seorang pemilik rumah singgah India - diperkosa beramai-ramai dan seorang pria dibunuh.

Ketiganya sedang mengamati bintang dengan dua turis pria lainnya di dekat kota Hampi di negara bagian Karnataka Kamis lalu ketika mereka diserang oleh tiga pria setelah bertengkar soal uang, kata polisi.

Ketiga tersangka yang dicari terkait kejahatan itu telah ditangkap.

Insiden itu, yang menjadi berita utama global, memicu ketakutan di kalangan wisatawan dan mengirimkan gelombang kejut ke seluruh India.

Melansir BBC, dulunya ibu kota kerajaan Hindu Vijayanagara, Hampi digambarkan sebagai museum terbuka, yang dipenuhi dengan reruntuhan batu megah di tepi sungai Tungabhadra. Tempat ini dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh Unesco pada tahun 1986.

Baca Juga: Proposal Mesir untuk Gaza 2030 Persatukan Negara-negara Arab

Serangan hari Kamis terjadi di desa Sanapur, yang berjarak sekitar 28 km (17 mil) dari reruntuhan utama Hampi.

Terletak di seberang sungai dari Hampi, desa tersebut merupakan "daerah yang sangat terisolasi", kata Ram Arasiddi, kepala polisi distrik tersebut.

Banyak wisatawan, terutama dari Israel dan Eropa, yang mengunjungi Hampi menginap di Sanapur, yang juga memiliki reruntuhan yang menjulang tinggi dan kuil Hindu yang terkenal.

"Secara keseluruhan, sekitar 100.000 atau lebih wisatawan asing mengunjungi daerah tersebut setiap tahun,'' kata Virupaksha V Hampi, sekretaris jenderal asosiasi pemandu wisata Karnataka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved