Sri Lanka di Bawah Bayang-Bayang Kebijakan Asimilasi Etnis China

Senin, 10 Maret 2025 - 14:13 WIB
loading...
Sri Lanka di Bawah Bayang-Bayang...
Para pakar menyoroti kebijakan asimilasi etnis China terhadap keseimbangan etnis Sri Lanka. Foto/China Daily
A A A
JAKARTA - Kunjungan delegasi Komisi Urusan Etnis Nasional (NEAC) China yang dijadwalkan ke Sri Lanka menimbulkan kekhawatiran signifikan tentang potensi pengaruh kebijakan asimilasi etnis China terhadap keseimbangan etnis Sri Lanka yang rapuh.

“Meski keterlibatan diplomatik itu penting, Sri Lanka harus mengevaluasi dengan cermat kemitraan yang dapat memengaruhi struktur multikulturalnya, khususnya di provinsi-provinsi Utara, Timur, dan Tengah yang berbahasa Tamil,” ujar Ankit K, Asisten Profesor Hubungan Internasional dari National Defence University, kepada Daily Mirror, Senin (10/3/2025).

“Perkembangan terkini dalam kebijakan etnis China, sebagaimana diungkapkan oleh publikasi terbaru NEAC, menunjukkan pendekatan yang semakin intensif terhadap asimilasi etnis. Di Guangzhou, pihak berwenang telah menerapkan sistem pengawasan komprehensif yang melacak 830.000 penduduk etnis minoritas,” sambungnya.

Baca Juga: Peringkatnya Merosot, Pemegang Paspor China Hadapi Diskriminasi di Luar Negeri

Ini termasuk pemantauan bisnis, perumahan, dan aktivitas sehari-hari masyarakat minoritas. Penunjukan sistem tersebut sebagai "kasus umum dalam mempraktikkan konsep etnis yang benar" menunjukkan bahwa sistem tersebut dimaksudkan sebagai contoh untuk diterapkan secara nasional.

Dampak kebijakan tersebut sudah terlihat jelas di wilayah-wilayah seperti Tibet, tempat asimilasi linguistik telah diupayakan secara agresif. Di wilayah Ngari di Tibet bagian barat, ujian kecakapan bahasa Mandarin wajib bagi guru dan penurunan bahasa Tibet menjadi satu mata pelajaran menunjukkan berkurangnya bahasa dan budaya minoritas secara sistematis.

Ankit menilai nota kesepahaman (MoU) yang diusulkan antara NEAC dan Kementerian Kehakiman dan Integrasi Nasional Sri Lanka, secara khusus berfokus pada perjanjian kota kembar, dapat berfungsi sebagai saluran untuk mengimpor kebijakan yang bermasalah ini. Waktu kemitraan ini mengkhawatirkan mengingat meningkatnya kehadiran ekonomi China di Provinsi Utara Sri Lanka melalui proyek bantuan kemanusiaan dan pembangunan.

Kedok Persatuan Nasional


Risiko terhadap otonomi budaya di wilayah berbahasa Tamil di Sri Lanka tidak dapat diremehkan. Wilayah-wilayah ini secara historis mempertahankan identitas budaya dan bahasa yang berbeda, dan model "integrasi etnis" China dapat mengancam keberagaman ini dengan kedok persatuan nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Bersumpah Balas Dendam Pembunuhan Ali Khamenei
Ungkap Rencana Pembunuhan,...
Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran
Rekomendasi
Lionel Messi Absen Latihan...
Lionel Messi Absen Latihan Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
Kejagung Pastikan Telusuri...
Kejagung Pastikan Telusuri Informasi Bunker Lain Terkait Kasus Febrie Adriansyah
Kejagung Perintahkan...
Kejagung Perintahkan Kepala Kejati Hentikan Pengumpulan Data Program MBG
Berita Terkini
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Trump Beri Tahu Kongres:...
Trump Beri Tahu Kongres: AS dan Iran Resmi Perang Lagi!
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved