Terpidana di AS Minta Eksekusi oleh Regu Tembak Daripada Disuntik Mati

loading...
Terpidana di AS Minta Eksekusi oleh Regu Tembak Daripada Disuntik Mati
Zane Michael Floyd dalam salah satu sidang di pengadilan. Foto/murderpedia
NEVADA - Seorang pembunuh bernama Zane Michael Floyd meminta eksekusi dengan regu tembak daripada dengan suntikan mati.

Jika eksekusi berlangsung, dia akan menjadi orang pertama yang dihukum mati di Nevada dalam 15 tahun.

Pengacara Zane Michael Floyd melawan kemungkinan tanggal eksekusi Juni. Menurut pengacaranya, permintaan klien mereka "bukan taktik penundaan".

Baca juga: Presiden Chad Idriss Deby Meninggal dalam Bentrok Lawan Pemberontak

Dalam dokumen pengadilan yang dilihat Associated Press, pengacara mengatakan metode itu "tidak terlalu menyakitkan".



Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Dukung Rencana Israel Gulingkan Raja Yordania

Penggunaan regu tembak untuk melaksanakan hukuman mati jarang terjadi di AS.

Baca juga: AS: Rencana Rusia Memblokir Laut Hitam adalah Eskalasi Tanpa Alasan

Pengacara publik federal Brad Levenson mengatakan Floyd ingin menghindari usulan suntikan mematikan dengan tiga obat yang diajukan oleh negara bagian itu.

Tetapi setiap tantangan terhadap proses yang diusulkan membutuhkan metode alternatif yang diajukan, dan Levenson mengatakan tembakan akan menjadi "cara yang paling manusiawi".



Eksekusi oleh regu tembak saat ini hanya diizinkan di tiga negara bagian yakni Mississippi, Oklahoma, dan Utah. Prosedur tersebut belum digunakan sejak 2010.

Jaksa penuntut mengatakan mereka akan meminta surat perintah eksekusi terhadap Floyd bulan depan, dengan kemungkinan tanggal kematiannya pada awal Juni.

Ini akan menjadi eksekusi pertama di Nevada sejak 2006.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top