Militer Myanmar Bantah Lakukan Kudeta
Sabtu, 10 April 2021 - 10:03 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pasukan Myanmar Bunuh 13 Demonstran, Ledakan Guncang Yangon
Zaw Min Tun mengatakan militer telah mencoba untuk bernegosiasi dengan pemerintah NLD tetapi tidak ada tindakan yang diambil.
Ia jugamengatakan junta memiliki "bukti kuat" bahwa pemilu itu curang, tetapi tidak menunjukkan apa pun kepada CNN.
“Kecurangan yang kami temukan dalam pemilu 10,4 juta, jumlah suara yang layak yang diumumkan oleh KPU sekitar 39,5 juta dan kecurangan suara adalah seperempat suara,” ujarnya.
KPU Myanmar telah membantah ada kecurangan pemilih massal dan pemantau pemilu independen mengatakan tidak ada masalah substansial yang akan cukup untuk membalikkan hasil. Aung San Suu Kyi dinyatakan menang dengan 83% suara.
Baca juga: Memilukan, Anak-anak Myanmar Sembunyi di Lubang Tanah karena Dibom Militer
Hingga saat ini, aksi protes anti kudeta yang diwarnai pertumpahan dari di jalan-jalan masih berlangsung di Myanmar. Setidaknya 600 warga sipil telah dibunuh oleh pasukan keamanan, menurut kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.
Zaw Min Tun mengatakan militer telah mencoba untuk bernegosiasi dengan pemerintah NLD tetapi tidak ada tindakan yang diambil.
Ia jugamengatakan junta memiliki "bukti kuat" bahwa pemilu itu curang, tetapi tidak menunjukkan apa pun kepada CNN.
“Kecurangan yang kami temukan dalam pemilu 10,4 juta, jumlah suara yang layak yang diumumkan oleh KPU sekitar 39,5 juta dan kecurangan suara adalah seperempat suara,” ujarnya.
KPU Myanmar telah membantah ada kecurangan pemilih massal dan pemantau pemilu independen mengatakan tidak ada masalah substansial yang akan cukup untuk membalikkan hasil. Aung San Suu Kyi dinyatakan menang dengan 83% suara.
Baca juga: Memilukan, Anak-anak Myanmar Sembunyi di Lubang Tanah karena Dibom Militer
Hingga saat ini, aksi protes anti kudeta yang diwarnai pertumpahan dari di jalan-jalan masih berlangsung di Myanmar. Setidaknya 600 warga sipil telah dibunuh oleh pasukan keamanan, menurut kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.
(ian)
Lihat Juga :