Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah

Rabu, 22 April 2026 - 05:41 WIB
loading...
Junta Myanmar Makin...
Analis sebut junta Myanmar sekarang semakin kuat dengan dukungan China, sedangkan oposisi melemah. Foto/via CGTN
A A A
JAKARTA - Situasi politik di Myanmar dinilai memasuki fase baru yang lebih mengkhawatirkan, dengan menguatnya militer serta dukungan China yang kembali mengemuka.

Menurut analis asal Swedia Bertil Lintner, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa pola sejarah di Myanmar justru berulang dalam bentuk yang lebih berat bagi masyarakat sipil.

Baca Juga: Myanmar Bongkar Kompleks Penipuan Myawaddy, Jaringan China Diduga Terlibat

Lintner, seorang konsultan strategis isu Asia, merujuk pada konsep klasik Karl Marx bahwa sejarah berulang sebagai tragedi dan kemudian sebagai sandiwara. Namun, dalam kasus Myanmar, dia menilai yang terjadi justru sebaliknya.

“Di Myanmar, sejarah berulang sebagai tragedi, bukan sandiwara,” ujar Lintner, dikutip dari Irrawaddy, Rabu (22/4/2026).

Setelah isolasi internasional pasca-kekerasan 1988, militer Myanmar sebelumnya bergantung pada China. Ketergantungan tersebut sempat mendorong junta membuka diri pada Barat.

Namun, menurut Lintner, langkah tersebut menghasilkan konsekuensi tak terduga, termasuk menguatnya masyarakat sipil dan kemenangan besar National League for Democracy (NLD) dalam pemilu.

Kondisi itu berbalik setelah kudeta yang dipimpin Jenderal Senior Min Aung Hlaing pada Februari 2021. Sanksi internasional kembali diberlakukan, namun kali ini militer dinilai lebih berhati-hati dalam mengelola hubungan luar negeri, termasuk dengan China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Tewaskan 46 Orang, Korban Hilang Juga Bertambah
Rekomendasi
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Berita Terkini
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved