Israel Kantongi Target Serangan di Iran

loading...
Israel Kantongi Target Serangan di Iran
Israel mengaku telah mengantongi sejumlah target di Iran. Foto/Ilustrasi
TEL AVIV - Menteri Pertahanan Israel , Benny Gantz mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi target Iran untuk diserang jika Teheran melanjutkan eskalasi nuklir. Gantz menyatakan negaranya telah menyusun rencana untuk menyerang target-target itu jika Iran menunjukkan tanda-tanda peningkatan nuklir.

"Tentu saja kami memilikinya di tangan kami," kata Gantz kepada Fox News bahwa Israel masih mengerjakan rencananya.

Ia menunjukkan peta Lebanon yang katanya termasuk pasukan darat, rudal dan situs peluncuran yang didirikan oleh pasukan proksi Iran di sepanjang perbatasan.

“Ini adalah peta target. Masing-masing sudah diperiksa secara legal, operasional, intelijen dan kami siap bertempur,” ucap Gantz seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (7/4/2021).

Pernyataan itu muncul saat pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mempertimbangkan untuk bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir Iran 2015 yang membatasi program nuklir Iran, dengan beberapa perubahan untuk memperkuat pembatasan pada aktivitas Teheran.



Baca juga: Iran Tangkap 'Mata-mata Israel' dan Beberapa Orang Terkait Intelijen Asing

"Eskalasi nuklir Iran harus dihentikan," kata Gantz, mengulangi pendekatan pemerintah Israel terhadap pemerintahan baru AS tentang masalah tersebut.

"Jika tidak, kita harus berdiri sendiri dan kita harus membela diri sendiri," tegasnya.

Gantz pada hari Selasa mengatakan negaranya bermaksud untuk mengembangkan pengaturan keamanan khusus dengan sekutu baru Teluk Arab yang berbagi keprihatinan yang sama tentang Iran.

Uni Emirat Arab dan Bahrain menjalin hubungan formal dengan Israel tahun lalu.



Sambil mengecilkan laporan media tentang pembentukan pakta pertahanan formal dengan negara-negara Teluk, Gantz mengatakan hubungan keamanan akan diupayakan.

Baca juga: Israel Peroleh Oron, Pesawat Pengintai Terbaik Target di Iran

"Saya tidak berpikir itu akan menjadi pakta pertahanan, tetapi kami akan mengembangkan hubungan pertahanan dengan setiap negara yang memiliki hubungan dengan kami," ujar Gantz kepada kantor berita Reuters.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top