Menlu Rusia: Moskow Sekarang Tidak Punya Hubungan dengan UE

Rabu, 24 Maret 2021 - 04:38 WIB
loading...
Menlu Rusia: Moskow...
Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Ketegangan politik selama berbulan-bulan dan gelombang sanksi baru telah memutuskan semua hubungan antara Uni Eropa (UE) dan Rusia . Hal itu dikatakan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov sembari menambahkan negaranya siap untuk melanjutkan kerja sama jika Brussel memutuskan tertarik.

"Saat ini tidak ada hubungan dengan UE sebagai sebuah organisasi. Seluruh infrastruktur hubungan ini telah dihancurkan oleh keputusan sepihak yang dibuat dari Brussel," kata Lavrov saat berbicara pada konferensi pers bersama mitranya dari China pada hari Selasa, seperti dilansir dari Russia Today, Rabu (24/3/2021).

Beberapa negara Eropa individu, menurutnya, masih mencari hubungan lebih dekat dengan Moskow, dipandu oleh kepentingan nasional mereka.

Baca juga: Lavrov: Gunakan Sanksi untuk Hukum Rusia dan China Langkah Tidak Bijaksana

"Namun, ini cepat dilampaui oleh kemitraan yang tumbuh dengan China," Lavrov mengatakan kepada wartawan.

"Jika dan ketika orang Eropa memutuskan untuk menghilangkan anomali ini dalam kontak dengan tetangga terbesar mereka, tentu saja, kami akan siap untuk membangun hubungan ini berdasarkan kesetaraan," diplomat top Rusia itu menegaskan.

"Sementara di Timur, menurut saya, kami memiliki agenda yang sangat intensif, yang semakin beragam setiap tahun,” ucapnya.

Pada bulan Februari, Lavrov menyatakan bahwa hubungan Moskow dengan blok tersebut telah runtuh pada tahun 2014, setelah Uni Eropa menyalahkan Rusia atas semua yang terjadi di Ukraina setelah Maidan. Sejak itu, menurutnya, Brussel secara konsisten menghancurkan semua mekanisme tanpa kecuali yang ada atas dasar kesepakatan tentang kemitraan dan kerja sama.

Baca juga: Rusia Dukung Ide Pembentukan Koalisi untuk Lawan Sanksi Sepihak

Sebagai bagian dari wawancara yang berapi-api, Lavrov memperingatkan bahwa jika kepemimpinan blok tersebut berusaha untuk menjatuhkan sanksi kepada Rusia yang melanda wilayah sensitif ekonomi, Moskow dapat memutuskan kontak diplomatik sama sekali sebagai upaya terakhir.

“Tentu kita tidak ingin mengisolasi diri dari kehidupan di dunia, tapi kita harus siap untuk ini. Kalau mau damai harus bersiap untuk perang,” tegasnya.

Awal bulan ini, UE meluncurkan paket sanksi baru terhadap empat pejabat Rusia yang diklaim bertanggung jawab atas penahanan tokoh oposisi Alexey Navalny, dan pelanggaran hak asasi manusia selama pemolisian protes berikutnya yang diadakan untuk mendukungnya. Pada saat itu, Kementerian Luar Negeri di Moskow mengatakan blok tersebut telah kehilangan kesempatan lagi untuk meninjau pendekatannya terhadap hubungan dengan Rusia.

Kremlin menambahkan bahwa paket tindakan yang diberlakukan tidak akan efektif.

Baca juga: Rusia soal Perang Dingin Baru dengan AS: 'Kami Siap untuk yang Terburuk'

"Jika Anda melihat orang-orang yang diberlakukan pembatasan ini, ini sebenarnya adalah duplikasi dari pembatasan yang sudah mereka bahas di bawah hukum Rusia," kata kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Menurut Peskov, para pejabat yang ditargetkan jangan bepergian ke luar negeri, dan tidak memiliki hak untuk membuka rekening di bank asing atau memiliki properti di luar negeri. Rusia memiliki aturan ketat yang membatasi tindakan dan aset pegawai negara, terutama yang memiliki peran sensitif.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved