Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:39 WIB
loading...
Trump Bela Kesepakatan...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak kritik bahwa ia gagal mengambil sikap yang cukup keras terhadap Iran. Dia menunjuk pada kenaikan pasar saham yang memecahkan rekor dan penurunan harga minyak sebagai bukti bahwa pendekatannya berhasil.

“Orang-orang bodoh ini, yang berpikir saya belum cukup keras terhadap Iran, padahal Pasar Saham Baru Saja Mencapai REKOR TERTINGGI, dan harga minyak 'merosot', mereka iri, orang jahat, atau bodoh,” tulis Trump di Truth Social.

Unggahan tersebut muncul di tengah kritik dari beberapa pembuat kebijakan AS yang mempertanyakan apakah nota kesepahaman yang dicapai dengan Teheran merupakan kemenangan yang cukup bagi Washington.

Sebelum nota kesepahaman Iran-AS ditandatangani, Israel mengatakan itu bukanlah kesepakatan yang baik sejak awal. Tetapi sekarang yang Israel katakan adalah nota kesepahaman yang sebenarnya lebih buruk daripada yang digambarkan dalam bocoran informasi.

Ada perasaan di Israel bahwa mereka sengaja dipinggirkan, agar mereka tidak menyabotase kesepakatan awal ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved