AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:13 WIB
loading...
AS Ternyata Gunakan...
Militer AS gunakan chatbot Grok milik Elon Musk untuk tembakkan lebih dari 2.000 rudal ke Iran saat Operasi Epic Fury. Foto/US Navy
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) ternyata menggunakan chatbot Grok milik Elon Musk untuk menembakkan lebih dari 2.000 rudal ke Iran selama perang berlangsung. Demikian diungkap seorang pejabat tinggi Pentagon.

Pernyataan pejabat tersebut, yang disampaikan di bawah sumpah, disampaikan untuk membela Elon Musk dari gugatan kelompok National Association for the Advancement of Colored People (NAACP) yang menuduh pusat data xAI secara ilegal mencemari komunitas kulit hitam.

Baca Juga: Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel

Cameron Stanley, kepala petugas digital dan artificial intelligence (AI) Pentagon, mengatakan bahwa pengoperasian chatbot yang berkelanjutan adalah masalah keamanan nasional yang sangat penting. "Dan digunakan untuk menembakkan lebih dari 2.000 amunisi ke 2.000 target berbeda dalam waktu 96 jam," katanya.

Menurut Stanley, Grok—chatbot AI generatif yang dikembangkan oleh xAI—termasuk di antara empat model AI yang saat ini mampu mendukung aplikasi keamanan nasional.

"Chatbot tersebut juga merupakan salah satu dari tiga produk yang dilengkapi untuk mendukung operasi penting misi dalam pengaturan rahasia," imbuh Stanley.

Pengungkapan Stanley itu merupakan pengakuan eksplisit pertama dari seorang pejabat pemerintah Trump bahwa pemerintah menggunakan AI milik Elon Musk untuk mengebom Iran, bergabung dengan beberapa sistem AI lain yang telah mendapat pengawasan ketat setelah serangan yang dipimpin AS menewaskan ratusan warga sipil, termasuk anak-anak.

Penyelidik militer AS percaya bahwa pasukan Amerika kemungkinan bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah perempuan Iran di Minab yang menewaskan sedikitnya 175 orang, sebagian besar anak-anak, dalam apa yang diyakini oleh analis dan pejabat hak asasi manusia sebagai insiden paling mematikan bagi korban sipil sejak pasukan AS dan Israel mulai menyerang negara itu pada bulan Februari.

Analis eksternal menduga bahwa penargetan berbasis AI Pentagon—selain kesalahan manusia yang gagal memeriksa apakah peta target sudah mutakhir—mungkin berperan dalam pengeboman tersebut.

Target untuk Operasi Epic Fury diidentifikasi dengan bantuan Sistem Cerdas Maven dari Badan Intelijen Geospasial Nasional, yang menggunakan AI untuk menyajikan data pada dasbor guna mendukung para pejabat dalam pengambilan keputusan mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
Hamas Mundur dari Pemerintahan...
Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza?
Iran Ancam Bikin Timur...
Iran Ancam Bikin Timur Tengah Membara Lagi, Gempur Pangkalan-Pangkalan Militer AS
Rekomendasi
Antisipasi Badai PHK...
Antisipasi Badai PHK Massal, Legislator PDIP Desak Pembinaan Keterampilan bagi Buruh Terdampak
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Eks Hakim Agung Ad Hoc...
Eks Hakim Agung Ad Hoc Sebut Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kejahatan Luar Biasa: Berbuntut Persoalan Negara
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved