Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Kamis, 18 Juni 2026 - 13:16 WIB
loading...
Parlemen Finlandia cabut larangan senjata nuklir, membuka jalan bagi negara tersebut menjadi markas bom nuklir NATO. Foto/USAF
A
A
A
HELSINKI - Finlandia telah mencabut larangan lama terhadap senjata nuklir, memungkinkan bom nuklir NATO untuk diangkut melalui atau disimpan di wilayahnya. Langkah ini bisa memicu kemarahan Moskow karena wilayah Finlandia berbatasan langsung dengan Rusia.
Finlandia merupakan anggota terbaru NATO, yang bergabung dengan aliansi tersebut pada 4 April 2023.
Baca Juga: Finlandia Menentang Jaminan Mirip Pasal 5 NATO untuk Ukraina
Parlemen Finlandia mengeklaim langkah tersebut akan memperkuat keamanan negara, tetapi para penentang mengatakan hal itu menjadikan Finlandia target serangan nuklir.
Parlemen Finlandia pada hari Rabu memberikan suara untuk mengubah Undang-Undang Energi Nuklir dan Kode Pidana negara itu untuk memungkinkan impor, transit, pasokan, dan penyimpanan senjata nuklir di wilayahnya. Langkah tersebut disahkan dengan 125 suara berbanding 61 suara.
Menteri Pertahanan Antti Hakkanen merayakan hasil tersebut, menyatakan di media sosial: "Reformasi bersejarah ini memperkuat keamanan Finlandia dan NATO secara keseluruhan."
Finlandia merupakan anggota terbaru NATO, yang bergabung dengan aliansi tersebut pada 4 April 2023.
Baca Juga: Finlandia Menentang Jaminan Mirip Pasal 5 NATO untuk Ukraina
Parlemen Finlandia mengeklaim langkah tersebut akan memperkuat keamanan negara, tetapi para penentang mengatakan hal itu menjadikan Finlandia target serangan nuklir.
Parlemen Finlandia pada hari Rabu memberikan suara untuk mengubah Undang-Undang Energi Nuklir dan Kode Pidana negara itu untuk memungkinkan impor, transit, pasokan, dan penyimpanan senjata nuklir di wilayahnya. Langkah tersebut disahkan dengan 125 suara berbanding 61 suara.
Menteri Pertahanan Antti Hakkanen merayakan hasil tersebut, menyatakan di media sosial: "Reformasi bersejarah ini memperkuat keamanan Finlandia dan NATO secara keseluruhan."
Lihat Juga :