Soal Pembukaan Kembali Perbatasan, Ini Kata PM Singapura
Minggu, 14 Maret 2021 - 15:34 WIB
loading...
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong. Foto/Yahoo
A
A
A
SINGAPURA - Perdana Menteri Singapura , Lee Hsien Loong, berharapnegaranya akan mulai membuka kembali perbatasannya pada akhir tahun karena lebih banyak negara meningkatkan upaya vaksinasi melawan infeksi COVID-19 .
Negara kepulauan di Asia Tenggara itu telah melarang perjalanan rekreasi, tetapi telah memberlakukan beberapa program perjalanan bisnis dan resmi. Negara ini juga membahas pengakuan sertifikat vaksin dengan negara lain.
"Saya berharap jika banyak negara dapat memiliki proporsi yang substansial dari populasi mereka yang divaksinasi pada akhir tahun ini, kami akan dapat memiliki kepercayaan diri dan telah mengembangkan sistem untuk membuka perbatasan internasional kami agar dapat melakukan perjalanan dengan aman lagi," kata Lee dalam sebuah wawancara dengan BBC yang dinukil Reuters, Minggu (14/3/2021).
Baca juga: 'Terbengkalai' Sejak 2018, RI-Singapura Akhirnya Ratifikasi Perjanjian Investasi Bilateral
“Mudah-mudahan akhir tahun ini atau tahun depan pintu sudah bisa dibuka, kalau tidak lebih awal,” ucapnya.
Negara kota itu telah mengendalikan situasi COVID-19 dengan beberapa kasus lokal baru dan telah meluncurkan program vaksinasi, setelah menyetujui vaksin dari Pfizer-BioNTech dan Moderna.
Pada 8 Maret, negara berpenduduk 5,7 juta orang itu telah memberikan lebih dari 611.000 dosis vaksin - kecepatan yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan negara-negara yang lebih besar. Tetapi dikatakan pihaknya berencana untuk memvaksinasi semua orang pada akhir tahun.
Negara kepulauan di Asia Tenggara itu telah melarang perjalanan rekreasi, tetapi telah memberlakukan beberapa program perjalanan bisnis dan resmi. Negara ini juga membahas pengakuan sertifikat vaksin dengan negara lain.
"Saya berharap jika banyak negara dapat memiliki proporsi yang substansial dari populasi mereka yang divaksinasi pada akhir tahun ini, kami akan dapat memiliki kepercayaan diri dan telah mengembangkan sistem untuk membuka perbatasan internasional kami agar dapat melakukan perjalanan dengan aman lagi," kata Lee dalam sebuah wawancara dengan BBC yang dinukil Reuters, Minggu (14/3/2021).
Baca juga: 'Terbengkalai' Sejak 2018, RI-Singapura Akhirnya Ratifikasi Perjanjian Investasi Bilateral
“Mudah-mudahan akhir tahun ini atau tahun depan pintu sudah bisa dibuka, kalau tidak lebih awal,” ucapnya.
Negara kota itu telah mengendalikan situasi COVID-19 dengan beberapa kasus lokal baru dan telah meluncurkan program vaksinasi, setelah menyetujui vaksin dari Pfizer-BioNTech dan Moderna.
Pada 8 Maret, negara berpenduduk 5,7 juta orang itu telah memberikan lebih dari 611.000 dosis vaksin - kecepatan yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan negara-negara yang lebih besar. Tetapi dikatakan pihaknya berencana untuk memvaksinasi semua orang pada akhir tahun.
Lihat Juga :