Pria Ini Didenda Rp84 Juta karena Memeluk Kanselir Jerman
Rabu, 16 April 2025 - 23:55 WIB
loading...
Seorang pria didenda Rp84 juta karena memeluk Kanselir Jerman. Foto/X/@hannover_messe
A
A
A
BERLIN - Seorang pria Jerman didenda USD5.100 atau setara Rp84 juta karena menyelinap ke iring-iringan mobil Kanselir Olaf Scholz dan memeluknya di landasan.
Terdakwa, yang namanya dirahasiakan oleh pihak berwenang, juga dicabut SIM-nya selama dua setengah tahun.
Pada bulan Mei 2023, pria tersebut, yang mengendarai Audi berwarna gelap, bergabung dengan iring-iringan mobil kanselir saat Scholz kembali ke Berlin setelah peringatan 25 tahun Bank Sentral Eropa di Frankfurt. Begitu konvoi tiba di Bandara Frankfurt, pengemudi keluar dari mobilnya, menjabat tangan Scholz, dan memeluknya di landasan. Ia kemudian ditahan oleh polisi.
Menurut Deutsche Welle, pria itu bersikeras bahwa ia bergabung dengan konvoi tersebut secara tidak sengaja. Ia menjelaskan bahwa ia sedang mabuk kokain dan telah berpesta selama dua hari. Pengadilan memutuskan ia bersalah karena mengemudi di bawah pengaruh obat-obatan terlarang dan masuk tanpa izin.
"Orang-orang yang menyapa dan menyapa saya bukanlah sesuatu yang secara khusus memengaruhi saya," kata Scholz tak lama setelah pertemuan itu, seperti dikutip AFP. "Itu sangat normal dan saya juga tidak menganggap situasi ini dramatis."
Terdakwa, yang namanya dirahasiakan oleh pihak berwenang, juga dicabut SIM-nya selama dua setengah tahun.
Pada bulan Mei 2023, pria tersebut, yang mengendarai Audi berwarna gelap, bergabung dengan iring-iringan mobil kanselir saat Scholz kembali ke Berlin setelah peringatan 25 tahun Bank Sentral Eropa di Frankfurt. Begitu konvoi tiba di Bandara Frankfurt, pengemudi keluar dari mobilnya, menjabat tangan Scholz, dan memeluknya di landasan. Ia kemudian ditahan oleh polisi.
Menurut Deutsche Welle, pria itu bersikeras bahwa ia bergabung dengan konvoi tersebut secara tidak sengaja. Ia menjelaskan bahwa ia sedang mabuk kokain dan telah berpesta selama dua hari. Pengadilan memutuskan ia bersalah karena mengemudi di bawah pengaruh obat-obatan terlarang dan masuk tanpa izin.
"Orang-orang yang menyapa dan menyapa saya bukanlah sesuatu yang secara khusus memengaruhi saya," kata Scholz tak lama setelah pertemuan itu, seperti dikutip AFP. "Itu sangat normal dan saya juga tidak menganggap situasi ini dramatis."
Lihat Juga :