Siapa Syekh Mishary? Imam Kuwait yang Pernah Mengkritik Hamas dan Selalu Memuji Raja Salman
Selasa, 15 April 2025 - 18:30 WIB
loading...
Mishary bin Rashid Alafasy dikenal pernah mengkritik Hamas dan menuji Raja Salman. Foto/X/@Black_Dee99
A
A
A
GAZA - Mishary bin Rashid Alafasy mempelajari Al-Qur'an di College of the Holy Qur'an di Universitas Islam Madinah (Kerajaan Arab Saudi).
Ia menghafal seluruh Al-Qur'an dalam dua tahun dari tahun 1992 hingga 1994 dan kemudian belajar khusus membaca Al-Qur'an sepuluh kali. Ia telah membuat sejumlah qari besar Al-Qur'an terkesan dengan bacaannya.
Ia adalah Imam Masjidil Haram Kuwait di mana ia memimpin salat Tarawih setiap bulan Ramadan. Ia sangat sering memimpin salat Tarawih di UEA dan negara-negara tetangga lainnya di Teluk Persia.
Melansir Al Arabiya, salah satu anggota Ikhwanul Muslimin, Mohamed al-Awady, bahkan mencuitkan hasutan untuk menyerang secara fisik sang qari.
Afasy menanggapi dengan mencuit: “Karena Ikhwanul Muslimin gagal… Dan mereka semua mengingkari kesetiaan mereka padanya.”
“Mohamed al-Awady bersembunyi di balik retweet-nya karena ia takut akan konfrontasi, sama seperti ia takut mengakui bahwa ia adalah anggota Ikhwanul Muslimin,” tambah Afasy.
Ia menghafal seluruh Al-Qur'an dalam dua tahun dari tahun 1992 hingga 1994 dan kemudian belajar khusus membaca Al-Qur'an sepuluh kali. Ia telah membuat sejumlah qari besar Al-Qur'an terkesan dengan bacaannya.
Ia adalah Imam Masjidil Haram Kuwait di mana ia memimpin salat Tarawih setiap bulan Ramadan. Ia sangat sering memimpin salat Tarawih di UEA dan negara-negara tetangga lainnya di Teluk Persia.
Siapa Syekh Mishary? Imam Kuwait yang Pernah Mengkritik Hamas dan Selalu Memuji Raja Salman
1. Mengkritik Hamas dan Ikhawanul Muslimin
Setelah seorang qari Al-Quran terkemuka Arab, Syaikh Mishary al-Afasy, mencuitkan kritikan terhadap Hamas karena mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, para pengikut Ikhwanul Muslimin membalas di media sosial.Melansir Al Arabiya, salah satu anggota Ikhwanul Muslimin, Mohamed al-Awady, bahkan mencuitkan hasutan untuk menyerang secara fisik sang qari.
Afasy menanggapi dengan mencuit: “Karena Ikhwanul Muslimin gagal… Dan mereka semua mengingkari kesetiaan mereka padanya.”
“Mohamed al-Awady bersembunyi di balik retweet-nya karena ia takut akan konfrontasi, sama seperti ia takut mengakui bahwa ia adalah anggota Ikhwanul Muslimin,” tambah Afasy.
Lihat Juga :