Hadapi Banyak Kejutan dari Trump, Negara Tetangga Indonesia Ini Akan Beradaptasi Besar-besaran

Senin, 10 Februari 2025 - 18:53 WIB
loading...
Hadapi Banyak Kejutan...
Lee Hsien Loong menyerukan agar Singapura segera beradaptasi dengan banyak kebijakan Donald Trump. Foto/X/@LeeHsienLoong
A A A
SINGAPURA - Singapura harus menyesuaikan diri dengan dunia yang jauh lebih sulit diprediksi di mana AS tidak lagi bersedia untuk "menjamin tatanan global." Itu diungkapkan Menteri Senior Singapura Lee Hsien Loong.

Berbicara pada jamuan makan malam perayaan Tahun Baru Imlek pada hari Sabtu, Lee, yang menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 2004 hingga 2024, menggambarkan situasi geopolitik saat ini sebagai "tegang seperti sebelumnya" dengan "banyak ketidakpastian."

Ia mengaitkan hal ini dengan Washington yang mengalihkan fokusnya ke tantangan domestik dan menilai kembali komitmen internasionalnya di bawah pemerintahan baru Donald Trump.

Menteri tersebut berpendapat bahwa AS "mengambil pendekatan transaksional untuk mencapai tujuan langsung," seraya menambahkan bahwa Gedung Putih memandang tarif sebagai instrumen kebijakan utama, sumber pendapatan eksternal, dan sarana untuk menekan negara lain agar membuat konsesi.

"AS tidak lagi siap untuk menjamin tatanan global. Hal ini membuat lingkungan internasional menjadi jauh kurang teratur dan tidak dapat diprediksi," katanya, seperti dikutip oleh Channel News Asia (CNA). Ia menunjuk pada keputusan pemerintahan Trump untuk menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia dan Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim.

Baca Juga: Jadi Sorotan Dunia, Apakah Donald Trump dan Vladimir Putin Sahabat Dekat?

"Singapura, seperti semua negara lain, harus beradaptasi dengan kenyataan baru ini, bahkan saat kami berusaha mempertahankan hubungan dan persahabatan yang kuat dengan AS," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Ngeri! Macan Tutul Masuk...
Ngeri! Macan Tutul Masuk Toko Miras, Serang Pegawai lalu Acak-Acak Minuman
Rekomendasi
Kejagung Dijadwalkan...
Kejagung Dijadwalkan Periksa Febrie Adriansyah Hari Ini, Sebelumnya Mangkir
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Pangeran Harry dan Meghan...
Pangeran Harry dan Meghan Markle Ajak Archie-Lilibet Kunjungi Rumah Masa Kecil Putri Diana
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved