Tentara Israel Akan Tetap Bertahan di Gaza, Akankah Jadi Misi Bunuh Diri?
Rabu, 16 April 2025 - 19:05 WIB
loading...
Tentara Israel akan tetap bertahan di Gaza. Foto/X/IDF
A
A
A
GAZA - Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan pada hari Rabu bahwa pasukan tentaranya akan tetap berada di "zona keamanan" di Jalur Gaza dalam "situasi sementara atau permanen apa pun."
"Tidak seperti sebelumnya, (tentara Israel) tidak mengevakuasi wilayah yang telah dibersihkan dan direbut," kata Katz dalam sebuah pernyataan.
Tentara "akan tetap berada di zona keamanan sebagai penyangga antara musuh dan komunitas (Israel) dalam situasi sementara atau permanen apa pun di Gaza – seperti di Lebanon dan Suriah."
Menteri Israel mengakui bahwa tentaranya telah mengungsikan ratusan ribu orang di Gaza sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, dan telah memperluas wilayah yang dikuasainya di dalam daerah kantong Palestina tersebut sejak saat itu.
“Kebijakan Israel jelas: tidak ada bantuan kemanusiaan yang akan masuk ke Gaza, dan memblokir bantuan ini merupakan salah satu tekanan utama yang mencegah Hamas menggunakannya sebagai alat untuk menekan penduduk,” katanya, dilansir Anadolu.
Baca Juga: Muncul Pertama usai Lengser, Biden Kecam Kebijakan Trump
Sejak 2 Maret, Israel telah menutup perlintasan Gaza, memblokir pasokan penting untuk memasuki daerah kantong tersebut.
"Tidak seperti sebelumnya, (tentara Israel) tidak mengevakuasi wilayah yang telah dibersihkan dan direbut," kata Katz dalam sebuah pernyataan.
Tentara "akan tetap berada di zona keamanan sebagai penyangga antara musuh dan komunitas (Israel) dalam situasi sementara atau permanen apa pun di Gaza – seperti di Lebanon dan Suriah."
Menteri Israel mengakui bahwa tentaranya telah mengungsikan ratusan ribu orang di Gaza sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, dan telah memperluas wilayah yang dikuasainya di dalam daerah kantong Palestina tersebut sejak saat itu.
“Kebijakan Israel jelas: tidak ada bantuan kemanusiaan yang akan masuk ke Gaza, dan memblokir bantuan ini merupakan salah satu tekanan utama yang mencegah Hamas menggunakannya sebagai alat untuk menekan penduduk,” katanya, dilansir Anadolu.
Baca Juga: Muncul Pertama usai Lengser, Biden Kecam Kebijakan Trump
Sejak 2 Maret, Israel telah menutup perlintasan Gaza, memblokir pasokan penting untuk memasuki daerah kantong tersebut.
Lihat Juga :