Lagi-lagi, Iran Ancam Ratakan Dua Kota Israel dengan Tanah

loading...
Lagi-lagi, Iran Ancam Ratakan Dua Kota Israel dengan Tanah
Ana Ashury, seniman media campuran, menyimpan karya seninya di atap rumahnya di Ramat Gan, pinggiran Tel Aviv, Israel, 19 November 2017. Foto/REUTERS/Corinna Kern
TEHERAN - Iran , untuk kesekian kalinya mengancam akan meratakan dua kota di Israel , yakni Tel Aviv dan Haifa, dengan tanah. Kali ini ancaman dilontarkan Menteri Pertahanan Amir Hatami pada hari Minggu.

Dia mengatakan kedua kota itu akan diratakan dengan tanah jika Israel berani menyerang Iran. Ancaman disampaikan agar negara Yahudi itu menyadari bahayanya.

Baca juga: Israel Siap Serang Iran Sendirian, Sedang Update Rencana Serangan

Ancaman seperti itu telah sering disampaikan para pejabat militer Teheran. Sebaliknya, rezim Zionis juga kerap mengumbar ancaman untuk menyerang Iran.

"Kadang-kadang, rezim Zionis [Israel] karena putus asa membuat klaim besar terhadap Republik Islam Iran yang dikira mengancamnya," kata Hatami pada sebuah upacara untuk tentara, seperti dikutip Times of Israel, Senin (8/3/2021).



”Harus diketahui bahwa jika [negara] itu melakukan sesuatu, kami akan meratakan Tel Aviv dan Haifa dengan tanah,” ancamnya.

Dia melanjutkan bahwa Iran memiliki semua kekuatan yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas negara dan membanggakan kekuatan regionalnya melalui "kelompok perlawanan”.

Pernyataannya muncul setelah Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan selama wawancara dengan Fox News pekan lalu bahwa jika dunia tidak melakukan sesuatu tentang program nuklir Iran maka Israel dapat melakukannya sendirian. Dia mengatakan bahwa Israel sedang memperbarui rencananya untuk serangan militer prospektif.

“Jika dunia menghentikan mereka [Iran] sebelumnya, itu jauh lebih baik. Tapi kalau tidak, kami harus berdiri sendiri dan kami harus bela diri sendiri,” ujar Gantz.

Israel telah dua kali melakukan serangan militer terhadap program nuklir musuhnya—Irak pada tahun 1981 dan Suriah pada tahun 2007—di bawah apa yang kemudian dikenal sebagai “Doktrin Begin”, yang menyatakan bahwa Israel tidak akan mengizinkan negara musuh untuk mendapatkan senjata atom.



Gantz sebelumnya telah memperingatkan bahwa Israel akan melakukan serangan militer terhadap Iran, jika perlu.

Pernyataannya muncul setelah Israel menuduh Iran menargetkan kapal kargo milik pengusaha Israel yang berlayar di Teluk Oman akhir bulan lalu. Ledakan tersebut menyebabkan dua lubang di MV Helios Ray di sisi kiri dan dua di sisi kanan, tepat di atas garis air.

Baca juga: Iran: Ironis, Israel Bangun Fasilitas Senjata Nuklir tapi Diperlakukan Istimewa
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top