Lagi-lagi, Iran Ancam Ratakan Dua Kota Israel dengan Tanah

Senin, 08 Maret 2021 - 07:42 WIB
loading...
Lagi-lagi, Iran Ancam...
Ana Ashury, seniman media campuran, menyimpan karya seninya di atap rumahnya di Ramat Gan, pinggiran Tel Aviv, Israel, 19 November 2017. Foto/REUTERS/Corinna Kern
A A A
TEHERAN - Iran , untuk kesekian kalinya mengancam akan meratakan dua kota di Israel , yakni Tel Aviv dan Haifa, dengan tanah. Kali ini ancaman dilontarkan Menteri Pertahanan Amir Hatami pada hari Minggu.

Dia mengatakan kedua kota itu akan diratakan dengan tanah jika Israel berani menyerang Iran. Ancaman disampaikan agar negara Yahudi itu menyadari bahayanya.

Baca juga: Israel Siap Serang Iran Sendirian, Sedang Update Rencana Serangan

Ancaman seperti itu telah sering disampaikan para pejabat militer Teheran. Sebaliknya, rezim Zionis juga kerap mengumbar ancaman untuk menyerang Iran.

"Kadang-kadang, rezim Zionis [Israel] karena putus asa membuat klaim besar terhadap Republik Islam Iran yang dikira mengancamnya," kata Hatami pada sebuah upacara untuk tentara, seperti dikutip Times of Israel, Senin (8/3/2021).

”Harus diketahui bahwa jika [negara] itu melakukan sesuatu, kami akan meratakan Tel Aviv dan Haifa dengan tanah,” ancamnya.

Dia melanjutkan bahwa Iran memiliki semua kekuatan yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas negara dan membanggakan kekuatan regionalnya melalui "kelompok perlawanan”.

Pernyataannya muncul setelah Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan selama wawancara dengan Fox News pekan lalu bahwa jika dunia tidak melakukan sesuatu tentang program nuklir Iran maka Israel dapat melakukannya sendirian. Dia mengatakan bahwa Israel sedang memperbarui rencananya untuk serangan militer prospektif.

“Jika dunia menghentikan mereka [Iran] sebelumnya, itu jauh lebih baik. Tapi kalau tidak, kami harus berdiri sendiri dan kami harus bela diri sendiri,” ujar Gantz.

Israel telah dua kali melakukan serangan militer terhadap program nuklir musuhnya—Irak pada tahun 1981 dan Suriah pada tahun 2007—di bawah apa yang kemudian dikenal sebagai “Doktrin Begin”, yang menyatakan bahwa Israel tidak akan mengizinkan negara musuh untuk mendapatkan senjata atom.

Gantz sebelumnya telah memperingatkan bahwa Israel akan melakukan serangan militer terhadap Iran, jika perlu.

Pernyataannya muncul setelah Israel menuduh Iran menargetkan kapal kargo milik pengusaha Israel yang berlayar di Teluk Oman akhir bulan lalu. Ledakan tersebut menyebabkan dua lubang di MV Helios Ray di sisi kiri dan dua di sisi kanan, tepat di atas garis air.

Baca juga: Iran: Ironis, Israel Bangun Fasilitas Senjata Nuklir tapi Diperlakukan Istimewa

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuduh Iran sebagai pelakunya, namun Teheran dengan cepat membantahnya.

Pada hari Minggu, Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak Eropa untuk menghindari ancaman atau tekanan dalam setiap negosiasi dengan Teheran.

Nasib kesepakatan nuklir Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), telah digantung sejak mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara sepihak menarik diri Amerika pada 2018 dan menerapkan kembali sanksinya terhadap Teheran.

Menyusul kemenangan pemilu AS oleh Joe Biden pada November, AS, pihak-pihak Eropa dalam kesepakatan itu—Prancis, Jerman dan Inggris—dan Teheran telah mencoba untuk menyelamatkan kesepakatan itu.

"Cara terbaik untuk menyelesaikan masalah dengan mitra Eropa di berbagai tingkat bilateral, regional dan internasional, adalah negosiasi berdasarkan saling menghormati dan menghindari ancaman atau tekanan," kata Rouhani kepada Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney, seperti disampaikan pihak Kepresidenan Iran dalam sebuah pernyataan.

Irlandia bukan pihak dalam kesepakatan nuklir Iran, tetapi saat ini duduk di Dewan Keamanan PBB.

Presiden Iran mengkritik ketidakaktifan Eropa pada komitmen JCPOA dan menambahkan bahwa Iran berkomitmen untuk melestarikan JCPOA dan merupakan satu-satunya pihak yang telah membayar harga untuk itu.

"Tapi situasi ini tidak bisa berlanjut seperti sekarang," tegas Rouhani. "Mempertahankan dan menghidupkan kembali kesepakatan itu menuntut semua pihak untuk bertindak sesuai dengan komitmen mereka.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
PNM Berikan Beasiswa...
PNM Berikan Beasiswa kepada 1.590 Anak dari Jenjang SD hingga Perguruan Tinggi
DPR: Kasus Chromebook...
DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi
Berita Terkini
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved