Capres AS Ini Namanya Spongebob, Bakal Dipenjara Jika Namanya Palsu

Sabtu, 27 Februari 2021 - 07:55 WIB
loading...
Capres AS Ini Namanya...
Balon udara tokoh animasi Spongebob Squarepants. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Banyak kandidat calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) yang mendaftar dalam pemilu 2016 menggunakan nama-nama yang aneh. Baru-baru ini, ada kandidat yang mendaftar dengan nama Spongebob Edward Squarepants dari Burbank, California.

Komisi Pemilu Federal (FEC) serius menangani pendaftaran para kandidat capres dengan nama aneh dan bersiap mengajukan gugatan jika nama-nama itu terbukti palsu. Kandidat capres bisa dihukum penjara lima tahun jika terbukti menggunakan nama palsu.

Baca juga: Serangan AS atas Perintah Biden Hancurkan Infrastruktur di Suriah

Catatan FEC menunjukkan bahwa pada 21 Februari, seseorang dengan nama Spongebob—seperti tokoh kartun fiktif Nickelodeon—mengajukan dokumen untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat dengan tiket Partai Republik.

Memang, ada aktor film AS yang pernah mencalonkan diri sebagai gubernur; yakni Arnold Schwartzanegger yang benar-benar memenangkan kursi Gubernur Negara Bagian California selama delapan tahun. Namun, ini mungkin yang pertama untuk nama karakter animasi maju sebagai kandidat capres AS.

Pada hari Kamis, FEC memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan pengajuan aneh ini. Sebuah surat yang dikirim ke alamat yang terdaftar—studio Nickelodeon—membawa peringatan penting; ”Secara sadar dan sengaja membuat pernyataan atau representasi yang salah secara material, fiktif, atau curang kepada lembaga pemerintah federal, dan mencari klarifikasi tentang yang benar, atau nama lengkap kandidat dan nama komite kampanye utama. ”

Surat itu, tentu saja, sepenuhnya nyata, karena FEC memverifikasi kepada Sputniknews, yang dilansir Sabtu (27/2/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved