Hamas Marah Besar dengan Pernyataan Pejabat AS yang Menyebut Palestina Pilih Berperang

Sabtu, 22 Maret 2025 - 19:30 WIB
loading...
Hamas Marah Besar dengan...
Hamas marah besar dengan pernyataan pejabat AS. Foto/X
A A A
GAZA - Gerakan Perlawanan Islam Hamas menganggap pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS Mike Waltz, yang menyatakan: “Gencatan senjata akan diperpanjang jika Hamas membebaskan semua sandera yang tersisa. Sebaliknya, mereka memilih perang,” sebagai “distorsi realitas yang mencolok.”

Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Hamas sependapat bahwa pernyataan Waltz menyamakan penindas dengan yang tertindas, dengan mencatat bahwa ia telah sepenuhnya mengadopsi narasi Israel.

Hamas menyampaikan bahwa pendudukan tidak memiliki hak untuk membela pendudukannya dan bahwa mereka telah menjadi agresor sejak awal. Gerakan tersebut menegaskan: “Agresi Israel yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina, termasuk kejahatan genosida yang dilakukan di Jalur Gaza, adalah apa yang seharusnya menjadi sasaran kecaman dan akuntabilitas internasional, bukan pembenaran dan dukungan dari pihak-pihak terkait.”

Gerakan tersebut menekankan bahwa klaim bahwa Hamas “memilih perang” alih-alih membebaskan para sandera adalah distorsi fakta, dengan mencatat bahwa perlawanan Palestina mengajukan inisiatif yang jelas untuk gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan yang komprehensif tetapi pendudukan, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan sengaja menolaknya.

Baca Juga: Gencatan Senjata Versi Trump Jadi Pertaruhan Besar Putin
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Resmi Rujuk, Pihak Clara...
Resmi Rujuk, Pihak Clara Shinta Sebut Ada Konsekuensi Jika Suami Langgar Perjanjian Damai
Cut Meyriska dan Roger...
Cut Meyriska dan Roger Danuarta Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Imbas Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Infografis
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved