Armenia Terancam Kudeta Militer, Jet Tempur Berdengung di Ibu Kota

loading...
Armenia Terancam Kudeta Militer, Jet Tempur Berdengung di Ibu Kota
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan pimpin ribuan pendukungnya turun ke jalan di Yerevan setelah kubu militer menuntut pemerintahnya mengundurkan diri, Kamis (25/2/2021). Foto/REUTERS
YEREVAN - Krisis politik di Armenia berubah menjadi kekacauan setelah ribuan pendukung dan anti-pemerintah Perdana Menteri (PM) Nikol Pashinyan sama-sama turun ke jalan, hari Kamis. Situasi semakin tegang ketika jet-jet tempur berdengung keras di Ibu Kota Armenia, Yerevan.

Kubu militer menentang PM Nikol Pashinyan, yang membuat negara pecahan Soviet ini terancam kudeta militer .

Baca juga: Militer Bereaksi atas Krisis Politik, Armenia Terancam Kudeta

PM Pashinyan ikut turun ke jalan di ibu kota, memimpin aksi para pendukungnya yang beteriak;” Perdana Menteri Nikol!”.

Pashinyan mengatakan negaranya memang terancam oleh percobaan kudeta militer setelah pihak angkatan bersenjata menuntutnya mengundurkan diri.



Krisis politik ini terjadi di tengah perpecahan reaksi publik atas penanganan pemerintah terhadap perang tahun lalu dengan Azerbaijan untuk memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh.

Beberapa jam setelah staf umum militer Armenia membuat seruan mengejutkan agar pemerintahnya mundur, Pashinyan mengumpulkan sekitar 20.000 pendukung di pusat ibu kota untuk menentang apa yang dia katakan sebagai upaya untuk menggulingkannya.

Tak mau kalah, kubu oposisi mengumpulkan sekitar 10.000 pendukungnya tidak jauh dari sana kubu pro-pemerintah. Mereka mulai memasang tenda dan membangun barikade di luar parlemen saat mereka berjanji untuk mengadakan demonstrasi sepanjang waktu.

Para pengunjuk rasa kubu oposisi terdengar meneriakkan "Nikol, dasar pengkhianat!" dan "Nikol, mundur!"

Publik Armenia juga berbagi video di media sosial tentang jet-jet tempur yang mengelilingi Yerevan dan berdengung keras.



Kepala Staf Umum Angkatan Darat Onik Gasparyan mengeluarkan pernyataan yang mengkritik keputusan PM Pashinyan untuk memecat Tiran Khacharyan, wakil kepala staf umum pertama Angkatan Darat.

Baca juga: PM Armenia: Rudal-rudal Rusia Tak Bisa Meledak saat Perang Nagorno

Gasparyan menuntut pengunduran diri Pashinyan dan mengatakan kabinet PM juga harus mundur.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top