PM Thailand Selamat dari Mosi Tidak Percaya, Prayuth Didesak Mundur

loading...
PM Thailand Selamat dari Mosi Tidak Percaya, Prayuth Didesak Mundur
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha. Foto/EPA
BANGKOK - Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha dan sembilan menteri selamat dari mosi tidak percaya di parlemen pada Sabtu (20/2) setelah debat selama empat hari.

Demonstran terus mendesak Prayuth dipecat atau mundur dari jabatannya.

"Voting menunjukkan ada kepercayaan," ujar Chuan Leekpai, presiden Majelis Nasional, mengumumkan hasil voting yang sudah diperkirakan banyak pihak itu.

Baca juga: Prancis Kirim 2 Kapal Perang Menuju Laut China Selatan

Anggota parlemen oposisi mengkritik pemerintah yang dianggap lambat dalam peluncuran vaksin virus corona dan buruknya berbagai kebijakan ekonomi. Oposisi bertekad terus menyelidiki isu tersebut.



Lihat infografis: Indonesia Putuskan untuk Borong 36 Rafale dan 8 F-15EX

“Kami telah membuka luka dan sekarang akan menuangkan garam di atasnya,” papar Pita Limjaroenrat, ketua Partai Maju (Move Forward Party) setelah voting di parlemen.



Kemenangan pemerintah terjadi ketika protes pro-demokrasi kembali digelar setelah jeda karena wabah COVID-19 gelombang kedua.

Para pengunjuk rasa berkumpul di parlemen pada Jumat untuk mengantisipasi voting tersebut. Lebih banyak demonstrasi yang direncanakan pada Sabtu.



Awal bulan ini, pengunjuk rasa menuntut pembebasan para aktivis. Mereka pun bentrok dengan polisi.

Prayuth menggulingkan perdana menteri terpilih pada 2014 dan tetap menjabat setelah pemilu 2019. Dia sudah diperkirakan selamat dari voting mosi tidak percaya pada Sabtu karena koalisi berkuasa memiliki kursi mayoritas di majelis rendah.

Protes yang dipimpin pada pemuda tahun lalu mencapai ratusan ribu. Aksi protes memenuhi persimpangan komersial utama di Bangkok dan menyebar ke kampus-kampus universitas di seluruh negeri.
(sya)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top