Indonesia Tak Nyaman dengan Sepak Terjang China di Laut China Selatan

Sabtu, 06 Februari 2021 - 08:44 WIB
loading...
Indonesia Tak Nyaman...
Kapal Bakamla dengan senapan mesin siaga di perairan Indonesia. Foto/Bakamla
A A A
JAKARTA - Indonesia menyatakan ketidaknyamanannya atas sepak terjang China di Laut China Selatan , termasuk undang-undang (UU)-nya yang memberi wewenang pasukan coast guard Beijing untuk menembak kapa asing di perairan tersebut.

Baca juga : Dituduh Jadi Mata-mata, Inggris Usir Tiga Jurnalis China

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Wakil Laksamana Aan Kurni, memperingatkan bahwa UU baru China itu telah meningkatkan risiko "konflik limpahan" ke perairan teritorial Indonesia di sekitar Kepulauan Natuna, tempat perseteruan kedua negara di masa lalu.

Baca juga: Jenderal Tertinggi NATO: China dan Rusia Bentuk Poros Kekuatan Baru

“Dengan China menjadi lebih tegas di Laut China Selatan, dan mempertimbangkan tanggapan dari negara-negara besar yang berkepentingan di perairan tersebut, ada risiko eskalasi konflik,” kata Aan dalam pertemuan dengan parlemen awal pekan ini.

Aan mengatakan UU yang mulai berlaku pada hari Senin lalu itu memungkinkan, antara lain, kapal coast guard China untuk menggunakan cara "semua yang diperlukan", termasuk serangan pendahuluan, terhadap ancaman oleh kapal asing di perairan yang diklaim China sebagai miliknya.

Baca juga : Pamer Motor Anyar Bareng Kekasih, Enea Bastianini: si Cantik dan si Buas

Filipina telah mengajukan protes diplomatik terhadap China atas UU tersebut. Sedangkan Kementerian Luar Negeri Jepang menyuarakan "kekhawatiran kuat" Tokyo tentang hal itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, mengatakan pada hari Kamis bahwa Beijing berharap "negara-negara terkait dapat secara objektif dan benar melihat" undang-undang coast guard yang baru. Wang, seperti dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (6/2/2021), minta negara-negara lain tidak membuat komentar yang tidak beralasan tentang masalah tersebut.

Baca juga : Hati-hati Jual Beli Smartphone Bekas, Data Pribadi Jadi Taruhannya

China dan beberapa negara Asia Tenggara telah terkunci dalam perselisihan yang sedang berlangsung atas klaim ekspansifnya atas perairan kaya energi di Laut China Selatan, yang dibatasi pada peta dengan "dash-nine line (garis sembilan putus-putus)" berbentuk U.

Baca juga: Picu Ketegangan, Perusahaan China Ingin Bangun Kota di 'Depan Pintu' Australia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Menteri Israel Kecam...
Menteri Israel Kecam AS karena Berdamai dengan Iran: Perilaku Tak Baik!
Rekomendasi
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved