DPR AS Hukum Legislator Republik Pendukung Teori Konspirasi QAnon
Sabtu, 06 Februari 2021 - 03:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Sebut Sebagai Pemuja Trump, Lusinan Mantan Pejabat Tinggalkan Partai Republik
"Pemungutan suara ini bisa menjadi langkah pertama dalam mengoreksi kesalahan mereka yang selama ini memilih untuk tidak melakukan apa-apa," imbuhnya seperti dikutip dari Al Araby, Sabtu (6/2/2021).
Partai Republik mengecam hukuman yang diberikan kepada salah satu anggotanya dan menyebutnya sebagai preseden kongres yang menghancurkan. Pemimpin Partai Republik bahkan memperingatkan potensi balas dendam politik jika mereka mendapatkan kembali kekuasaan.
Legislator Partai Republik Liz Cheney mengatakan bahwa sementara komentar Greene tercela, Partai Demokrat tidak memiliki urusan untuk menentukan Partai Republik mana yang duduk di komite.
"Pemungutan suara hari ini menjadi preseden berbahaya bagi institusi ini yang mungkin disesali oleh Demokrat ketika Partai Republik mendapatkan kembali mayoritas," ujarnya.
Baca juga: Meski Bersatu, Republik Gagal Hadang Sidang Pemakzulan Trump
"Pemungutan suara ini bisa menjadi langkah pertama dalam mengoreksi kesalahan mereka yang selama ini memilih untuk tidak melakukan apa-apa," imbuhnya seperti dikutip dari Al Araby, Sabtu (6/2/2021).
Partai Republik mengecam hukuman yang diberikan kepada salah satu anggotanya dan menyebutnya sebagai preseden kongres yang menghancurkan. Pemimpin Partai Republik bahkan memperingatkan potensi balas dendam politik jika mereka mendapatkan kembali kekuasaan.
Legislator Partai Republik Liz Cheney mengatakan bahwa sementara komentar Greene tercela, Partai Demokrat tidak memiliki urusan untuk menentukan Partai Republik mana yang duduk di komite.
"Pemungutan suara hari ini menjadi preseden berbahaya bagi institusi ini yang mungkin disesali oleh Demokrat ketika Partai Republik mendapatkan kembali mayoritas," ujarnya.
Baca juga: Meski Bersatu, Republik Gagal Hadang Sidang Pemakzulan Trump
(ber)
Lihat Juga :