DPR AS Hukum Legislator Republik Pendukung Teori Konspirasi QAnon

Sabtu, 06 Februari 2021 - 03:02 WIB
loading...
DPR AS Hukum Legislator...
DPR AS menghukum legislator Partai Republik Marjorie Taylor Greene karena mendukung teori konspirasi QAnon. Foto/The Guardian
A A A
WASHINGTON - DPR Amerika Serikat (AS) menjatuhkan hukuman displin kepada seorang anggota Kongres yang menganut teori konspirasi QAnon dan mendukung kekerasan. Keputusan ini mengakhiri kekacauan yang meningkat selama berminggu-minggu karena meminta pertanggungjawaban seorang anggota parlemen yang retorika ekstremisnya menyebabkan pecahnya barisan Partai Republik.

Anggota kongres periode pertama yang konservatif, Marjorie Taylor Greene, dilucuti dari dua tugasnya di komite pendidikan dan anggaran DPR. Itu sebagai hukuman atas serangkaian komentarnya dan postingannya di media sosial yang mendukung pembunuhan anggota parlemen dari Partai Demokrat.

Baca juga : Donald Trump Menolak Bersaksi di Sidang Pemakzulan

Hukuman dijatuhkan hanya beberapa jam setelah Greene, seorang pendukung sengit mantan presiden Donald Trump, mengaku telah meninggalkan gerakan konspirasi dan menyatakan penyesalan karena menyebarkan informasi yang salah dalam sidang di parlemen.



"Ini adalah kata-kata masa lalu, dan hal-hal ini tidak mewakili nilai-nilai saya," katanya.

"Saya diizinkan untuk mempercayai hal-hal yang tidak benar dan saya akan mengajukan pertanyaan tentang mereka dan membicarakannya," tambahnya.

"Dan itulah yang benar-benar saya sesali," tukasnya.

Dalam momen yang mengejutkan di sidang DPR itu, Greene mengakui bahwa penembakan di sekolah benar-benar nyata dan bahwa serangan 11 September benar-benar terjadi - tragedi AS yang dia ragukan di masa lalu.

Baca juga: 'Dimarahi'Politisi Republik, Legislator Demokrat Pindah Kantor

"Ketika saya mulai menemukan informasi yang salah, kebohongan, hal-hal yang tidak benar dalam pos QAnon ini, saya berhenti mempercayainya," kata Greene kepada DPR.

Tetapi dia tidak secara langsung meminta maaf dalam pidatonya selama 10 menit, dan Demokrat menepis postur penyesalannya.

Sebelas legislator Republik menentang keputusan partainya untuk bergabung dengan semua legislator Demokrat yang memberikan suara dalam mendisiplinkan Greene.

"Tidak ada anggota yang diizinkan untuk terlibat dalam perilaku yang dimiliki oleh Wakil Greene dan tidak menghadapi konsekuensi apa pun," kata anggota DPR dari Demokrat Steny Hoyer kepada majelis sidang.

Baca juga: Sebut Sebagai Pemuja Trump, Lusinan Mantan Pejabat Tinggalkan Partai Republik

"Pemungutan suara ini bisa menjadi langkah pertama dalam mengoreksi kesalahan mereka yang selama ini memilih untuk tidak melakukan apa-apa," imbuhnya seperti dikutip dari Al Araby, Sabtu (6/2/2021).

Partai Republik mengecam hukuman yang diberikan kepada salah satu anggotanya dan menyebutnya sebagai preseden kongres yang menghancurkan. Pemimpin Partai Republik bahkan memperingatkan potensi balas dendam politik jika mereka mendapatkan kembali kekuasaan.

Legislator Partai Republik Liz Cheney mengatakan bahwa sementara komentar Greene tercela, Partai Demokrat tidak memiliki urusan untuk menentukan Partai Republik mana yang duduk di komite.

"Pemungutan suara hari ini menjadi preseden berbahaya bagi institusi ini yang mungkin disesali oleh Demokrat ketika Partai Republik mendapatkan kembali mayoritas," ujarnya.

Baca juga: Meski Bersatu, Republik Gagal Hadang Sidang Pemakzulan Trump
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Berita Terkini
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved