Sebut Sebagai Pemuja Trump, Lusinan Mantan Pejabat Tinggalkan Partai Republik

Selasa, 02 Februari 2021 - 10:30 WIB
loading...
Sebut Sebagai Pemuja...
Lusinan mantan pejabat tinggalkan Partai Republik, menyebut partai itu sebagai pemuja Donald Trump. Foto/US News
A A A
WASHINGTON - Lusinan mantan pejabat di era pemerintahan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) George W. Bush meninggalkan Partai Republik. Mereka kecewa dengan kegagalan banyaknya anggota Partai Republik yang terpilih untuk tidak meninggalkan Donald Trump setelah klaim palsu kecurangan pemilu yang memicu penyerbuan mematikan di Capitol bulan lalu.

Para mantan pejabat ini, beberapa bertugas di eselon tertinggi pemerintahan Bush, mengatakan mereka berharap kekalahan Trump akan membuat para pemimpin partai meninggalkan mantan presiden AS itu dan mengecam klaim tidak berdasarnya bahwa pemilihan presiden pada November lalu dicuri darinya.

Tetapi dengan sebagian besar anggota parlemen Republik tetap mendukung Trump, para pejabat ini mengatakan mereka tidak lagi mengakui partai yang mereka layani.



“Partai Republik yang saya tahu sudah tidak ada lagi. Saya akan menyebutnya pemuja Trump," kata Jimmy Gurule, yang merupakan Wakil Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan di pemerintahan Bush seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/2/2021).

Kristopher Purcell, yang bekerja di kantor komunikasi Gedung Putih selama enam tahun pada era Bush, mengatakan sekitar 60 hingga 70 mantan pejabat Bush telah memutuskan untuk meninggalkan partai atau memutuskan hubungan dengannya. Hal itu didapatkan dari percakapan yang ia lakukan.

“Jumlahnya bertambah setiap hari,” ungkap Purcell.

Purcell mengatakan banyak yang merasa mereka tidak punya pilihan. Dia merujuk pada Marjorie Taylor Greene, seorang anggota kongres Partai Republik baru dari Georgia yang mempromosikan teori konspirasi QAnon, yang secara keliru mengklaim bahwa politisi papan atas Demokrat termasuk dalam komplotan rahasia yang mengatur para pedofil pemuja Setan. Perwakilan lain yang baru terpilih, Lauren Boebert dari Colorado, juga memberikan pernyataan yang mendukung tentang QAnon.

“Kami memiliki anggota Kongres QAnon. Mengerikan," kata Purcell.

Baca juga: Dewan Pengawas Konten Facebook Minta Pendapat Publik soal Blokir Akun Trump
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih kepada Warga Yordania atas Bantuan dalam Menargetkan Pasukan AS
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Iran Bombardir Kompleks...
Iran Bombardir Kompleks Pasukan AS di Yordania, Klaim Tewaskan Banyak Personel
Rekomendasi
10 Kontroversi Argentina...
10 Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026: Tuduhan Dibantu Wasit hingga Pukul Pemain Spanyol
Run for Independence...
Run for Independence Day 81 Akan Digelar, MNC Life Berikan Perlindungan Jiwa bagi Seluruh Peserta
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
Donald Trump Sebut Negosiasi...
Donald Trump Sebut Negosiasi Nuklir Iran Berjalan Baik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved