Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Senin, 06 Juli 2026 - 01:10 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump hubungi Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/X
A
A
A
MOSKOW - Presiden AS Donald Trump menghubungi rekan sejawatnya dari Rusia , Vladimir Putin, untuk membahas konflik Ukraina, situasi di sekitar Iran, dan prospek pemulihan hubungan bilateral. Itu diungkapkan ajudan Kremlin Yury Ushakov.
Percakapan tersebut berlangsung pada hari Sabtu, saat Amerika Serikat memperingati 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan. Menurut Ushakov, Putin secara pribadi mengucapkan selamat kepada Trump dan rakyat Amerika atas pencapaian tonggak sejarah tersebut, setelah mengirimkan pesan resmi ke Gedung Putih sehari sebelumnya.
Panggilan telepon tersebut berlangsung selama satu jam 25 menit, kata Ushakov, menggambarkannya sebagai "profesional dan sangat konstruktif."
Melansir RT, Putin menggambarkan pembebasan Konstantinovka, benteng utama Ukraina, sebagai langkah penting menuju penguasaan penuh atas wilayah Republik Rakyat Donetsk. Pembantu Kremlin itu mengatakan Moskow mengharapkan wilayah-wilayah yang masih dikuasai pasukan Kiev juga akan direbut.
Percakapan tersebut berlangsung pada hari Sabtu, saat Amerika Serikat memperingati 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan. Menurut Ushakov, Putin secara pribadi mengucapkan selamat kepada Trump dan rakyat Amerika atas pencapaian tonggak sejarah tersebut, setelah mengirimkan pesan resmi ke Gedung Putih sehari sebelumnya.
Panggilan telepon tersebut berlangsung selama satu jam 25 menit, kata Ushakov, menggambarkannya sebagai "profesional dan sangat konstruktif."
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
1. Konflik Ukraina
Putin memberi pengarahan kepada Trump tentang apa yang digambarkan Ushakov sebagai situasi sebenarnya di lapangan di Ukraina, dengan mengatakan bahwa pasukan Rusia maju di sepanjang garis kontak dan merebut "satu pemukiman demi satu pemukiman."Melansir RT, Putin menggambarkan pembebasan Konstantinovka, benteng utama Ukraina, sebagai langkah penting menuju penguasaan penuh atas wilayah Republik Rakyat Donetsk. Pembantu Kremlin itu mengatakan Moskow mengharapkan wilayah-wilayah yang masih dikuasai pasukan Kiev juga akan direbut.
2. Perundingan Damai Ukraina dan Rusia
Putin menegaskan kembali preferensi Moskow untuk penyelesaian politik dan diplomatik, dengan syarat posisi inti Rusia dipertimbangkan. Pada saat yang sama, ia menuduh Kiev dan pendukung Eropanya berusaha untuk memperpanjang dan meningkatkan konflik, termasuk melalui "terorisme terhadap warga sipil."Lihat Juga :