Donald Trump Menolak Bersaksi di Sidang Pemakzulan

Jum'at, 05 Februari 2021 - 23:32 WIB
loading...
Donald Trump Menolak...
Mantan Presiden AS Donald Trump menolak untuk bersaksi di sidang pemakzulan. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak bersaksi di bawah sumpah pada sidang pemakzulannya di Senat pada minggu depan. Trump menghadapi dakwaan dari Partai Demokrat bahwa ia menghasut pemberontakan mematikan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari lalu.

Sebelumnya Ketua Jaksa Pemakzulan DPR Jamie Raskin, meminta Trump bersaksi di bawah sumpah untuk memberikan tanggapan atas tuduhan menghasut massa untuk menyerbu Capitol.

"Dua hari lalu, Anda mengajukan jawaban di mana Anda menyangkal banyak tuduhan faktual yang ditetapkan dalam artikel pemakzulan," tulis Raskin, dari Partai Demokrat dalam sebuah surat.



“Dengan demikian, Anda telah mencoba untuk menempatkan fakta-fakta kritis yang dipermasalahkan terlepas dari bukti yang jelas dan berlimpah tentang pelanggaran konstitusional Anda,” sambungnya.

Namun pengacara Trump, Bruce L. Castor Jr. dan David Schoen, tidak membuang-buang waktu untuk menolak undangan tersebut. Mereka mengatakan bahwa Trump tidak menginginkan bagian dari persidangan yang mereka tekankan sebagai inkonstitusional karena dia tidak lagi menjabat presiden. Mereka juga menyebut permintaan Raskin sebagai "aksi menarik perhatian masyarakat."

"Surat Anda hanya menegaskan apa yang diketahui semua orang: Anda tidak dapat membuktikan tuduhan Anda terhadap presiden Amerika Serikat ke-45, yang sekarang menjadi warga negara," tulis mereka dalam sebuah surat kepada Raskin seperti dikutip dari New York Times, Jumat (5/2/2021).

Baca juga: Donald Trump Diminta untuk Bersaksi dalam Sidang Pemakzulan Senat

Schoen, dan penasihat Trump lainnya Jason Miller, kemudian mengklarifikasi bahwa mantan presiden tersebut tidak berencana untuk bersaksi secara sukarela sebelum atau setelah persidangan dimulai.

Baca juga: Presiden Biden: Trump Seharusnya Tidak Menerima Briefing Intelijen

Surat Raskin dan jawaban yang diberikan oleh tim pembela Trump memberikan garis pertempuran persidangan pemakzulan yang tidak pernah terjadi di mana seorang presiden menjalani sidang pemakzulan setelah ia meninggalkan jabatannya.

Jaksa penuntut DPR, atau manajer pemakzulan, mengatakan Trump bertanggung jawab tunggal atas serangan ke Gedung Capitol, yang menewaskan lima orang.

Baca juga: Meski Bersatu, Republik Gagal Hadang Sidang Pemakzulan Trump

"Dalam pengkhianatan yang menyedihkan atas sumpah jabatannya, Presiden Trump menghasut massa yang kejam untuk menyerang Capitol Amerika Serikat," kata mereka seperti dikutip dari Al Araby.

Tetapi tim pembela Trump berpendapat bahwa apa pun yang dikatakan Trump pada hari dan jam sebelum serangan untuk mendorong pendukung menolak kemenangan Biden sama dengan kebebasan berbicara yang dilindungi secara konstitusional.

Mereka juga menyatakan inkonstitusional untuk mengadili mantan presiden di Senat.

Baca juga: DPR AS Kirim Artikel Pemakzulan ke Senat, Trump Terancam Tak Bisa Nyapres 2024
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved