Donald Trump Diminta untuk Bersaksi dalam Sidang Pemakzulan Senat
Jum'at, 05 Februari 2021 - 07:38 WIB
loading...
Mantan presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Anggota parlemen dari Partai Demokrat yang memimpin kasus pemakzulan terhadap Donald Trump meminta mantan presiden Amerika Serikat (AS) itu untuk bersaksi dalam persidangannya yang digelar Senat. Trump telah dituduh menghasut penyerbuan massa di Gedung Capitol AS bulan lalu.
Baca juga: Sidang Pemakzulan Belum Dimulai, Trump Sudah Ditinggal Pengacara
Donald Trump memang sudah lengser dari kursi Presiden Amerika. Namun jika dalam sidang pemakzulan oleh Senat dinyatakan bersalah, dia tidak bisa mencalonkan diri lagi sebagai presiden dalam pemilu selanjutnya.
Lima hari sebelum persidangan dibuka, Anggota Kongres dari Partai Demokrat Jamie Raskin, yang akan memimpin penuntutan, memberi Trump waktu hingga pukul 17.00 hari Kamis waktu setempat untuk menanggapi tuntutan pemakzulan. Raskin memperingatkan bahwa menolak untuk bersaksi dapat dianggap sebagai bukti yang memberatkannya.
"Saya menulis untuk mengundang Anda untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah, baik sebelum atau selama persidangan pemakzulan Senat, mengenai perilaku Anda pada 6 Januari 2021," tulis Raskin dalam sebuah surat kepada Trump.
Baca juga: Sidang Pemakzulan Belum Dimulai, Trump Sudah Ditinggal Pengacara
Donald Trump memang sudah lengser dari kursi Presiden Amerika. Namun jika dalam sidang pemakzulan oleh Senat dinyatakan bersalah, dia tidak bisa mencalonkan diri lagi sebagai presiden dalam pemilu selanjutnya.
Lima hari sebelum persidangan dibuka, Anggota Kongres dari Partai Demokrat Jamie Raskin, yang akan memimpin penuntutan, memberi Trump waktu hingga pukul 17.00 hari Kamis waktu setempat untuk menanggapi tuntutan pemakzulan. Raskin memperingatkan bahwa menolak untuk bersaksi dapat dianggap sebagai bukti yang memberatkannya.
"Saya menulis untuk mengundang Anda untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah, baik sebelum atau selama persidangan pemakzulan Senat, mengenai perilaku Anda pada 6 Januari 2021," tulis Raskin dalam sebuah surat kepada Trump.
Lihat Juga :