Putri John McCain Sebut Pendukung Trump Teroris, Harus Dikirim ke Guantanamo
Selasa, 12 Januari 2021 - 19:29 WIB
loading...
Putri senator terkenal AS John McCain menyebut pendukung Presiden Trump yang menyerbu gedung Capitol sebagai teroris domestik. Foto/BBC
A
A
A
WASHINGTON - Putri senator terkenal Amerika Serikat (AS) John McCain, Meghan, menyatakan dukungannya atas perlakuan tidak manusiawi terhadap perusuh yang terlibat kerusuhan di Capitol . Dukungannya pun memantik balasan dari para pengguna Twitter , banyak diantaranya yang mencatat bahwa mendiang ayahnya kemungkinan tidak akan menyetujuinya.
Dalam serangkaian pernyataan yang panjang, Meghan berpendapat bahwa peserta aksi kekerasan minggu lalu di Washington harus diberi label "teroris domestik" dan diperlakukan seperti musuh asing.
Meghan, yang merupakan pembawa acara bersama dari acara bincang-bincang populer 'The View', berpendapat selama program hari Senin bahwa "semua kemungkinan" harus dipertimbangkan saat membahas hukuman bagi mereka yang dicurigai melakukan aktivitas melanggar hukum selama kerusuhan. Dia bahkan melontarkan gagasan untuk mengirim mereka ke penjara militer yang terkenal di Teluk Guantanamo, Kuba, tempat tersangka teroris telah ditahan selama bertahun-tahun tanpa proses hukum dan menjadi sasaran teknik "interogasi yang ditingkatkan".
"Saya tidak menentang pengiriman orang-orang ini ke Gitmo (sebutan untuk penjara di Guantanamo), itu mungkin terdengar ekstrim. Ini adalah teroris domestik yang menyerang republik kita sendiri. Mereka harus diperlakukan sama seperti kita memperlakukan al-Qaeda," tuturnya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (12/1/2021).
Dalam serangkaian pernyataan yang panjang, Meghan berpendapat bahwa peserta aksi kekerasan minggu lalu di Washington harus diberi label "teroris domestik" dan diperlakukan seperti musuh asing.
Meghan, yang merupakan pembawa acara bersama dari acara bincang-bincang populer 'The View', berpendapat selama program hari Senin bahwa "semua kemungkinan" harus dipertimbangkan saat membahas hukuman bagi mereka yang dicurigai melakukan aktivitas melanggar hukum selama kerusuhan. Dia bahkan melontarkan gagasan untuk mengirim mereka ke penjara militer yang terkenal di Teluk Guantanamo, Kuba, tempat tersangka teroris telah ditahan selama bertahun-tahun tanpa proses hukum dan menjadi sasaran teknik "interogasi yang ditingkatkan".
"Saya tidak menentang pengiriman orang-orang ini ke Gitmo (sebutan untuk penjara di Guantanamo), itu mungkin terdengar ekstrim. Ini adalah teroris domestik yang menyerang republik kita sendiri. Mereka harus diperlakukan sama seperti kita memperlakukan al-Qaeda," tuturnya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (12/1/2021).
Lihat Juga :