China Janji Selidiki Kasus Perbudakan ABK Indonesia

Rabu, 13 Mei 2020 - 15:19 WIB
loading...
China Janji Selidiki...
Jubir Kemlu RI, Teuku Faizasyah menuturkan, janji tersebut disampaikan pejabat Kementerian Luar Negeri China mereka saat bertemu dengan Duta Besar Indonesia di Beijing awal pekan ini. Foto/Kemlu RI
A A A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan, pemerintah China telah berjanji untuk melakukan investigasi atas dugaan kasus perbudakan terhadap anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal-kapal ikan China. Dugaan kasus perbudakan itu mencuat setelah media Korea Selatan (Korsel), MBC, merilis laporan mengenai hal ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah menuturkan, janji tersebut sudah disampaikan pemerintah China melalui pejabat Kementerian Luar Negeri mereka saat bertemu dengan Duta Besar Indonesia di Beijing awal pekan ini.

"Kami mencatat komitmen pemerintah China untuk benar-benar melakukan investigasi atas hal-hal yang kami laporkan, termasuk berinteraksi langsung dengan perusahaan pemilik kapal, Dalian Group," ucapnya, saat menggelar konferensi pers virtual pada Rabu (13/5/2020).

Dia kemudian menuturkan, penyelidikan yang sama juga dilakukan otoritas keamanan di Indonesia. Saat ini, Bareskrim Polri melakukan melakukan pemeriksaaan dan mendengar kesaksian 14 ABK dari salah satu kapal, yang tiba di Indonesia pekan lalu.

Pria yang kerap disapa Faiza itu kemudian mengatakan Beijing sangat terbuka untuk bekerja sama dalam menyelidiki kasus ini dan menuturkan pihak agen telah memberikan santunan kepada para ABK WNI atau keluarga mereka.

"Sudah ada santunan, beberapa sudah diberikan santunan. Tapi hak gaji dan asuransi masih terus diupayakan dengan melibatkan beberapa pihak seperti principal, pihak operator kapal, agen di China dan agen penyalur di Indonesia," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Houthi Blokade Pelabuhan...
Houthi Blokade Pelabuhan Saudi, Ini Respons Keras Riyadh
Rekomendasi
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Wahidah Suaib Jadi Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved