Presiden Xi Jinping Ungkap 4 Ancaman kepada Joe Biden, Apa Saja?

Minggu, 17 November 2024 - 15:39 WIB
loading...
Presiden Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping memberikan empat ancaman kepada Presiden Joe Biden. Foto/X/@shen_shiwei
A A A
WASHINGTON - Presiden China Xi Jinping telah menetapkan empat batasan yang tidak boleh dilanggar Amerika Serikat (AS) demi hubungan yang seimbang dan sehat antara kedua negara.

Ia menekankan bahwa Beijing bertujuan untuk memupuk hubungan yang "stabil, sehat, dan berkelanjutan" dengan Washington, selama pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden di Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Lima, Peru pada hari Sabtu.

“Sebagai dua negara besar, baik China maupun Amerika Serikat tidak boleh berusaha merombak satu sama lain sesuai keinginan masing-masing, menekan yang lain dari apa yang disebut 'posisi kekuatan', atau merampas hak sah satu sama lain untuk pembangunan demi mempertahankan status terdepannya,” kata Xi.

Persoalan Taiwan, demokrasi dan hak asasi manusia, jalur dan sistem China, dan hak pembangunan China adalah empat garis merah bagi China. Keempatnya tidak boleh ditentang. Keempatnya adalah pagar pembatas dan jaring pengaman terpenting bagi hubungan China-AS.

Presiden Xi Jinping Ungkap 4 Ancaman kepada Joe Biden, Apa Saja?

1. Tidak Mengganggu Pembangunan Ekonomi China

Xi memperingatkan agar tidak berupaya menahan pembangunan ekonomi China.

“Perang Dingin baru tidak boleh terjadi dan tidak dapat dimenangkan. Membendung Tiongkok adalah tindakan yang tidak bijaksana, tidak dapat diterima, dan pasti akan gagal.”

Baca Juga: Zionis Tak Ingin Punya Pesaing dalam Kepemilikan Senjata Nuklir

2. Memberlakukan Kesetaraan dalam HAM

Pemimpin China menekankan bahwa penting bagi kedua negara untuk memperlakukan satu sama lain secara setara.

Xi mengakui bahwa meskipun perbedaan antara negara-negara besar tidak dapat dihindari, penting untuk menghormati kepentingan inti tertentu.

3. Taiwan Adalah Milik China

AS secara resmi mengikuti kebijakan Satu-China, mengakui Taiwan sebagai bagian dari China meskipun telah memerintah sendiri sejak 1949. Namun, AS terlibat dengan Taiwan, menjual senjata, dan menjanjikan dukungan militer terhadap kemungkinan serangan China, yang dianggap China sebagai pelanggaran kedaulatannya.

4. Menghormati Sistem China

Beijing dan Washington dapat membuat kemajuan yang cukup besar jika mereka “memperlakukan satu sama lain sebagai mitra dan teman,” dan menghindari “persaingan yang kejam,” kata Xi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Wabah Parasit di Michigan...
Wabah Parasit di Michigan Meluas, Lebih dari 3.300 Orang Terinfeksi
Perang di Mana-Mana,...
Perang di Mana-Mana, Israel Kekurangan Tentara dan Tank Parah
Rekomendasi
Jelang Pelimpahan Tersangka...
Jelang Pelimpahan Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti, Brimob Bersenjata Lengkap Berjaga
Seleksi Mandiri Nilai...
Seleksi Mandiri Nilai UTBK Universitas Brawijaya 2026 Resmi Dibuka, Cek Infonya
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Infografis
Identitas Kamala Harris,...
Identitas Kamala Harris, Calon Presiden AS Pengganti Joe Biden
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved