Sekjen PBB Serukan Resolusi Damai di Ethiopia

Jum'at, 06 November 2020 - 19:53 WIB
loading...
A A A
Mengingat Tigray memiliki pasukan militer yang kuat, dengan perkiraan 250.000 tentara, perang bisa berlangsung lama dan berdarah di negara terpadat kedua di Afrika itu, kata grup tersebut.

Konflik juga bisa semakin mengguncang Ethiopia yang beragam, terpecah menjadi negara-negara federal berbasis etnis, yang telah menyaksikan banyak wabah kekerasan etnis dalam beberapa tahun terakhir.

"Mediasi bersama dan segera - lokal, regional dan internasional - diperlukan untuk mencegah penurunan ke krisis yang lebih luas," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh ICG.

TPLF mendominasi politik di Ethiopia selama hampir tiga dekade sebelum Abiy berkuasa pada tahun 2018 didukung oleh aksi protes anti-pemerintah.(Baca juga: AS Desak Penghentian Pertempuran di Ethiopia )

Di bawah Abiy, para pemimpin Tigrayan telah mengeluh karena menjadi sasaran yang ketidakadilan dalam tuntutan korupsi, dicopot dari posisi puncak dan secara luas dijadikan kambing hitam atas kesengsaraan negara.

Ketegangan meningkat ketika Tigray maju dan mengadakan pemilihannya sendiri pada bulan September, setelah Addis Ababa memutuskan untuk menunda pemilihan nasional karena pandemi virus Corona.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Presiden Nikaragua Daniel...
Presiden Nikaragua Daniel Ortega Hapus Pemilu di Negaranya, Ini Alasannya
Rekomendasi
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved