Putra Mahkota Abu Dhabi Telepon Macron: Kekerasan Tak Wakili Ajaran Nabi Muhammad

Senin, 02 November 2020 - 13:29 WIB
loading...
Putra Mahkota Abu Dhabi...
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) saat bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab; Mohammed bin Zayed, di Paris. Foto/REUTERS
A A A
ABU DHABI - Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) ; Sheikh Mohammed bin Zayed mengutuk serangan teroris baru-baru ini di Prancis dalam panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Minggu. Dalam percakapan telepon itu, dia menyampaikan bahwa kekerasan tidak mewakili ajaran Nabi Muhammad SAW .

(Baca juga : Ini Karamah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani yang Tak Masuk di Akal )

Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga Wakil Komandan Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA menyampaikan belasungkawa kepada presiden Macron dan keluarga korban serangan baru-baru ini di Prancis. Dia menolak pembenaran yang digunakan oleh teroris untuk memaklumi kejahatan mereka. (Baca: Penembakan Kembali Guncang Prancis, Kali Ini Antara 2 Geng Bersenjata )

"Kekejaman yang keji ini tidak sejalan dengan ajaran dan prinsip semua agama monoteistik yang menyerukan perdamaian, toleransi dan cinta serta menekankan kesucian hidup manusia," kata Putra Mahkota Abu Dhabi dalam sebuah pernyataan seperti dikutip kantor berita UEA, WAM, Senin (2/11/2020).

(Baca juga : Gara-gara Harta Kekayaan, Khalifah Umar bin Khattab Menangis )

"Dalam situasi apa pun Nabi tidak boleh dikaitkan dengan kekerasan atau dipolitisasi," katanya.

Putra Mahkota juga meminta individu dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam dialog penuh hormat daripada menggunakan pidato kebencian dan kekerasan. (Baca: Prancis Bebaskan Tersangka Penembakan Pendeta Ortodoks, Ini Alasannya )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Presiden Emmanuel Macron...
Presiden Emmanuel Macron dan Istri Nonton Konser BTS di Paris, Penggemar Heboh
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved