Rusia Kerap Peringatkan Prancis Bahaya Teroris Kaukasus Utara, tapi Diabaikan
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Syromolotov juga memuji upaya kelompok kerja Rusia-Prancis untuk memerangi tantangan dan ancaman baru yang ia pimpin bersama dan yang baru-baru ini melanjutkan aktivitasnya.
"Kami telah berhasil mengidentifikasi sejumlah area spesifik untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam melawan terorisme, radikalisasi, kejahatan terorganisir, dan perdagangan narkoba; kami juga telah menguraikan langkah-langkah lebih lanjut untuk memastikan keamanan transportasi dan selama acara olahraga besar," kata Syromolotov.
Pada Kamis pagi, Nice dilanda serangan pisau yang menewaskan sedikitnya tiga orang. Salah satu korbannya bahkan dipenggal. (Baca juga: Inilah Reaksi Dunia atas Serangan Teroris di Gereja Nice, Prancis )
Serangan itu terjadi kurang dari dua minggu setelah guru sejarah bernama Samuel Paty dipenggal di pinggiran kota Paris setelah menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi Muhammad yang muncul di majalah satire Charlie Hebdo pada tahun 2015 saat diskusi tentang kebebasan berbicara dan berekspresi di kelas.
Penggambaran kartun Nabi Muhammad sering dianggap penistaan oleh umat Islam. Publikasi kartun tersebut pernah memicu pembantaian di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo pada tahun 2015, dengan korban tewas 12 orang dan 11 lainnya terluka.
"Kami telah berhasil mengidentifikasi sejumlah area spesifik untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam melawan terorisme, radikalisasi, kejahatan terorganisir, dan perdagangan narkoba; kami juga telah menguraikan langkah-langkah lebih lanjut untuk memastikan keamanan transportasi dan selama acara olahraga besar," kata Syromolotov.
Pada Kamis pagi, Nice dilanda serangan pisau yang menewaskan sedikitnya tiga orang. Salah satu korbannya bahkan dipenggal. (Baca juga: Inilah Reaksi Dunia atas Serangan Teroris di Gereja Nice, Prancis )
Serangan itu terjadi kurang dari dua minggu setelah guru sejarah bernama Samuel Paty dipenggal di pinggiran kota Paris setelah menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi Muhammad yang muncul di majalah satire Charlie Hebdo pada tahun 2015 saat diskusi tentang kebebasan berbicara dan berekspresi di kelas.
Penggambaran kartun Nabi Muhammad sering dianggap penistaan oleh umat Islam. Publikasi kartun tersebut pernah memicu pembantaian di kantor redaksi majalah Charlie Hebdo pada tahun 2015, dengan korban tewas 12 orang dan 11 lainnya terluka.
(min)
Lihat Juga :