Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:52 WIB
loading...
Zelensky Ditekan untuk...
Presiden Volodymyr Zelensky menghadapi tekanan untuk memecat Panglima Militer Ukraina Jenderal Oleksandr Syrskyi. Foto/UNN
A A A
KYIV - Presiden Volodymyr Zelensky telah mendapat tekanan hebat untuk memecat Panglima Militer Ukraina Jenderal Oleksandr Syrskyi di tengah perang melawan Rusia. Tekanan ini tak biasa karena datang dari para tentara aktif dan veteran yang turun ke jalan.

Zelensky telah bertemu dengan para pejabat keamanan tinggi pada hari Senin, dan spekulasi beredar di Ibu Kota Ukraina, Kyiv, bahwa nasib Jenderal Syrskyi mungkin akan segera ditentukan.

Baca Juga: Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak

Minggu lalu, Zelensky memecat Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov—langkah yang membuka tabir keretakan pahit antara pendukung reformasi berbasis teknologi di angkatan bersenjata dan lembaga militer yang mapan yang dipimpin oleh Jenderal Syrskyi.

Untuk kedua kalinya sejak invasi skala penuh Rusia pada tahun 2022, ribuan orang telah bergabung dalam demonstrasi massal untuk menekan Zelensky agar mengubah arah dan menegaskan kembali visi Fedorov tentang peperangan yang semakin didominasi oleh drone dan robot.

Protes besar pertama, pada musim panas lalu, terjadi karena desakan Presiden Zelensky untuk melawan lembaga anti-korupsi.

Kemarahan publik saat ini mengancam persatuan nasional yang telah menopang Ukraina selama hampir empat setengah tahun pertempuran. Hal ini terjadi tepat ketika negara tersebut telah meraih keberhasilan dalam perang dengan kampanye serangan drone jarak jauh.

Dua kali dalam tiga hari terakhir, Ukraina telah menyerang infrastruktur komersial di wilayah Moskow, Rusia.

Pada hari Senin, pasukan Ukraina menyerang sebuah gudang di Domodedovo, pinggiran Ibu Kota Rusia, menyebabkan 10 orang terluka, termasuk tiga warga negara China. Demikian disampaikan Gubernur Oblast Moskow Andrei Vorobyov.

Pada Sabtu pekan lalu, delapan orang tewas dalam serangan drone jarak jauh terhadap gudang Wildberries, sebuah pasar online Rusia yang mirip dengan Amazon.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Zelenskyy telah bertemu dengan sejumlah komandan, serta dengan Fedorov (35), dan Jenderal Syrskyi (60). "Keputusan mengenai militer akan dikaji," kata Zelensky dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam.

Setelah dipecat, Fedorov mengeluarkan kecaman publik yang pedas terhadap komando tinggi militer. Dia menuduh komando tinggi menghalangi upayanya untuk memodernisasi angkatan bersenjata, termasuk melalui penolakan terhadap pendekatan berbasis data dan terlibat dalam intrik politik yang memecah belah bangsa.

Fedorov mengatakan bahwa dialog konstruktif telah muncul untuk mengatasi masalah yang telah dia angkat. “Pasti akan ada perubahan,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Sersan Muda Eduard, seorang prajurit berusia 28 tahun yang bertempur di Ukraina selatan, mengatakan dia khawatir bahwa perebutan kekuasaan dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar bagi negaranya daripada apa pun yang dapat dilakukan Moskow terhadap militer Ukraina.

“Saat ini, kita menghadapi musuh,” katanya. “Kita percaya bahwa tidak ada musuh di belakang kita, di belakang kita. Ternyata, ada.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Masuk 50% ke Kanada, PM Carney: Pelanggaran!
Rekomendasi
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved